[Ucha Weblog]

Perjalanan Hari Ini

BLOGGING LEWAT BLACKBERRY

January20

Akhirnya saya bisa blogging langsung lewat blackberry. Untuk yang perlu dengan aplikasinya langsung saja arahin browser blackberry anda ke http://blackberry.wordpress.org/install.

Bicara blackberry, perangkat smartphone ini sebenarnya saya beli karena benar-benar butuh. Setelah bertahan bertahun-tahun dengan ponsel tanpa koneksi data sambil ngumpulin duit, saya akhirnya mutusin beli smartphone ini. Dan voila, hampir semua pekerjaan dan kebutuhan informasi bisa saya lakuin dari blackberry secara realtime. Dan kebetulan saya manfaatin blackberry enterprise service untuk handle email2 kantor.

So, here I am again..

posted under Emo | 2 Comments »

PETASAN DAN BEBERAPA FAKTA YANG SANGAT MENGGANGGU

January4

Saya semakin tua. Seandainya time machine memang ada saya rasanya mau kembali ke masa lalu. Ada hal-hal yang seharusnya tidak saya lakukan saat itu dan sebaliknya. Dan dengan time machine yang sama saya akan kembali ke masa kini dan tetap menua. Faktanya, everybody grows old and time machine is just a wind blowing.

Not to mention the chit chat, tulisan ini sebenarnya adalah postingan yang tersimpan sebagai draft di blog saya tertanggal 12 Januari 2009. Dan bahwa sekarang adalah tahun 2010, artinya saya sudah menyimpan tulisan yang seharusnya saya publikasikan setahun yang lalu. Wow!

Dan tulisan ini tentu saja tentang petasan. Yang mana akan menjadi tidak relevan saat saya menulis judul dengan kata ‘petasan’ dan lalu saya membahas sunatan massal. Hampir setiap tahun di malam pergantian tahun di hampir semua tempat akan ada petasan atau kembang api atau apapun namanya yang mengeluarkan suara, cahaya, asap, dan bahan terbang (pesawat adam air yang jatuh di perairan sulawesi tidak termasuk petasan) yang sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang sangat mengganggu pikiran saya dengan beberapa pertanyaan.

Ok, ini faktanya :

Petasan adalah salah satu bahan peledak kimia berdaya ledak rendah yg ada sejak zaman kekaisaran Cina sampai sekarang. Sebelum kita mengenal lebih jauh tentang petasan, saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang apa itu bahan peledak kimia. Yaitu suatu rakitan yang terdiri atas bahan-bahan berbentuk padat atau cair atau campuran keduanya yang apabila terkena aksi, misalnya benturan, panas, dan gesekan dapat mengakibatkan bereaksi dengan kecepatan tinggi disertai terbentuknya gas-gas dan menimbulkan efek panas serta tekanan yang sangat tinggi. Bahan peledak kimia dibedakan menjadi dua macam, yaitu low explosive (daya ledak rendah) dan high explosive (daya ledak tinggi). Wikipedia

Dengan penjelasan panjang lebar dari om wiki, dan hasil survey di beberapa tempat pedagang petasan saya menyimpulkan bahwa petasan adalah sesuatu yang berharga dan bernilai. Dengan harga jual berkisar Rp 10.000 sampai 3 juta rupiah persetnya, petasan menjadi komoditas paling diminati menjelang tahun baru. Sampai saya (mulai sekarang kita sebut S) berbincang dengan salah seorang teman pemborong petasan (mulai sekarang kita sebut PP) di depan salah satu toko di Manado :

S : “Mau nyari petasan yang gimana lagi?”
PP : “Yang meletusnya gede kayak bom atom.”
S : “oke.”
Petasan akan menyebabkan orang mengalami kemunduran teknologi. Saat manusia sudah memasuki zaman nuklir, mereka masih berkutat pada bom atom.

Atau sikap berlebihan.
S : “Yuk, berangkat sekarang.”
PP : “Bentar. Nunggu petasan dulu.”
Kenyataan bahwa petasan adalah benda mati yang tidak bisa berjalan, membuatnya tidak pantas untuk ditunggu. Lalu kenapa menunggu?

Atau irrasionalisme.
PP : “AWAS! TUTUP TELINGA! Ini petasan gue yang paling nyaring!”
See? They are into irrationality. Petasan makin nyaring makin mahal, tapi menyebabkan pemilik petasan dan orang yang berada di radius ledakan harus tutup telinga, menjauh dan cukup melihat dengan mengintip dari sela2 jarinya. Kenapa gak beli yang ledakannya kecil aja biar puas dipelototin dan kalau perlu, dipeluk.

So, what’s not to question about this?

posted under Emo | 3 Comments »

10 ALASAN SAYA TIDAK REUNI

September28

Hari sabtu kemarin saya menjadi salah satu yang tidak hadir dalam acara reuni akbar almamater STM Telkom Makassar meskipun digadang-gadang akan menjadi star of the night. Bukan karena bingung harus pake baju apa atau tidak tau acara reuni itu apa, tapi saya tidak hadir karena punya alasan sendiri :

  1. Saya tidak mau teringat masa-masa awal menjadi siswa di mana saya adalah obyek penderita favorit untuk memperagakan contoh gerakan berguling ke depan dan ke belakang dilanjutkan dengan salto ke depan sekali dan belakang 3 kali lalu berhenti dengan gerakan split kaki yang sangat menyiksa pada tiap mata pelajaran olahraga bab senam lantai. Iya.. iya.. tidak ada salto dan split, cuma berguling.
  2. Masih pada mata pelajaran olahraga, saya punya trauma mendalam pada bola basket yang menyebabkan saya sangat tidak suka dengan basket sampai sekarang. Saya menghilangkan 2 buah bola basket tepat saat bola basket diperlukan untuk ujian praktek basket oleh kelas sebelah.
  3. Dulu setiap kali saya mendekati gerbang sekolahan saat tiba di sekolah, yang bisa saya rasakan hanyalah kengerian. Terlebih kalau hari itu ada ujian harian. Oke, anggap saja ini wajar. Tapi akan menjadi tidak wajar kalau anda sudah menghindari gerbang sekolah, dalam arti anda masuk melalui jalan alternatif setapak berlumpur dengan merayap dan lompat katak, dan anda masih merasa ngeri. Terlebih saat anda tahu bahwa ujian harian di hari itu tidak dibatalkan dengan usaha anda.
  4. Saya khawatir akan teringat pertama kalinya saya got a crush on someone. Iya, saya akan sangat khawatir. Simple reason: when you get a crush on someone, don’t you worry? Bahkan setelah lebih dari 8 tahun. Saya tidak bisa membayangkan diri saya sebagai si-culun-gak-populer-dan-gak-gaul-yang-tersingkir-dari-peradaban yang saat itu sedang jatuh cinta. Terpukau oleh pandangan pertama, lalu merencanakan penembakan dengan modal nekat yang setelah saya ingat-ingat lagi ternyata alamak jijay bajay. Oh, please..
  5. Atau yang lebih parah, saya akan sangat menghindari pernyataan dari bekas teman sekelas, atau saudara teman sekelas, atau bekas adik kelas yang dengan antusiasnya mengaku dulu pernah sangat naksir ke saya. Saya akan sangat menyalahkan mereka kenapa waktu itu tidak ngomong saja mengingat pengakuan mereka saat itu akan sangat membantu memperbaiki reputasi saya mengakhiri status si-culun-gak-populer-dan-gak-gaul-yang-tersingkir-dari-peradaban.
  6. Saya pernah menjadi korban pemalakan di angkutan umum saat pulang sekolah. Meskipun tidak ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, tetap saja akan saya hubung-hubungkan karena kejadiannya justru saat saya pulang sekolah. Kenapa bukan saat saya pulang main bola saja, atau pulang masjid, atau pulang kampung?
  7. Reunion is a waste. Bagaimana tidak, semua yang ikut reuni (ok, mungkin tidak semua) punya akun jejaring sosial. Email, friendster, twitter, multiply, blog, dan yang paling populer: facebook. Terlebih lagi hampir semua sudah punya telepon genggam yang berarti bisa telpon2an dan SMSan. Tidak perlu kirim-kiriman surat lagi yang butuh waktu 1-2 minggu untuk nyampai, atau secepat-cepatnya telegram indah yang meskipun sudah indah tetap saja dengan spelling yang disingkat sesingkat-singkatnya.
  8. Utang. Ini disinyalir menjadi penyebab utama orang akan menghindari reuni. Sebagian orang akan cepat melupakan pernah berutang pada siapa, tapi mereka yang diutangi tidak akan lupa. Terlebih kalau anda utang rutin seminggu tiga kali di kantin sekolah untuk makan siang dan yakin bahwa penjaga kantin juga akan ikut reuni dengan membawa tumpukan bon yang belum dibayar.
  9. Reuni bisa menyebabkan kesenjangan sosial. Akan sangat tidak nyaman bagi sebagian orang saat ditanya: “Hai, udah kerja di mana?” atau “kok belum merid, sih?” atau “anaknya dah berapa?” Anda akan menjadi looser hanya beberepa detik setelah bertemu teman-teman lama. Pertanyaan ini sangat mengganggu pikiran dan memecah konsentrasi reuni. Dan demi menghindarinya saya memutuskan untuk tidak ikut reuni saja. “What if they’re better and I’m not.” atau “What if they all have happy marriages and I don’t.” atau “What if they ask me about my children. And I’ve been married for 10 years but no kid.”
  10. Saya tidak punya tiket mudik.

Iya.. iya.. Saya ngaku sebenarnya desperately need reunion. Dan demi melihat foto-foto mereka yang hadir dalam acara reuni, saya ngeces. Saya benar-benar ngiri sampai ke ubun-ubun. Saya tidak mudik karena menghindari perjalanan pesawat membawa Shofy yang masih berumur 40 hari. Ada sih, alternatif perjalanan darat dengan bus 3 hari 3 malam, tapi shofy dan umminya langsung kompak protes tidak setuju. Jadilah kami bertiga lebaran di kampung orang dan saya harus ketinggalan acara reuni.

Sebenarnya saya tidak peduli traumatik pelajaran olahraga, atau takut ketemu bekas guru seram, atau salah tingkah pada bekas gebetan.

Aaarrgggghhhhhh.. saya hanya tidak bisa mudik. Kenapa sih reuninya gak diundur sebulan lagi? Bikin lagi dong, panitia…

posted under Emo | 11 Comments »

SAHUR DAN BERBUKALAH DENGAN KREATIFITAS

September3

Yang berbeda di Ramadhan tahun ini selain perut saya yang mulai berlemak di beberapa bagian dan beberapa pakaian yang kelihatannya kekecilan adalah jam bangun sahur saya yang kadang menjadi lebih awal. Bukan karena saya harus masak dulu sebelum makan sahur tapi karena ada aktifitas lain yang lebih menarik untuk saya lakukan. Mengganti popok!

Iya, si kecil Shofy punya kebiasaan nangis kalau habis pipis. Awalnya memang sulit menerjemahkan tangisannya. Tapi setelah beberapa hari berlalu akhirnya bisa saya terjemahkan sebagai kalimat ancaman “Abi, gantiin popok Shofy atau Shofy minggat!” Tentu saja sebagai ayah yang bijaksana saya akan memilih pilihan pertama karena memang Shofy belum bisa ganti popok sendiri apalagi minggat. Boro-boro minggat, terakhir saya lihat, Shofy menangis karena kaget oleh kentutnya sendiri yang memang cukup keras, haha.. Lalu soal pengaturan posisi di tempat tidur kami yang pas-pasan, belakangan saya mencurigai adanya konspirasi terselubung antara Shofy dan umminya untuk mengakuisisi 90% luas kasur. Menyisakan hanya seiprit bagian yang kira-kira hanya cukup untuk meletakkan kepala saya saja. Tapi tidak apa-apa, saya sebagai laki-laki akan mengalah demi dua wanita tercintaku.

Ramadhan tahun lalu saya harus menyiapkan menu makan sahur dan buka puasa dengan kreatifitas sendiri. Sebagai anak kost saya berhasil menyusun beberapa metode yang terbukti sukses selama hampir 9 tahun ngekost.

  1. Kumpulkan biodata (utamanya alamat lengkap) teman2 yang berpuasa dan berdomisili lokal.
  2. Cari tau menu harian buka puasanya. Kalau perlu, menyamar sebagai tukang ledeng biar bisa nguping obrolan menu buka puasa mereka. Bila sudah terkumpul, bandingkan dan tentukan skala prioritas akan berbuka puasa di mana hari ini.
  3. Sebisa mungkin siapkan strategi untuk mencari kesempatan bertamu di rumah teman yang saat itu siap dengan hidangan buka puasa. Usahakan bertamu minimal 5 menit sebelum bedug maghrib.
  4. Yang paling brilian adalah usahakan bisa bungkus makanan untuk bawa pulang. Lumayan buat sahur.

Meskipun Ramadhan tahun ini tidak seperti itu lagi, sudah ada makanan sahur dan buka puasa yang siap santap, tapi jujur saja saya kadang masih rindu kondisi di mana menyiapkan sahur dan buka puasa untuk diri sendiri adalah hal yang sulit, rumit dan mengerikan. Dan saya yakin ini adalah bawaan insting. Bahwa insting saya sebagai mantan anak kost lebih peka terhadap buka puasa dan makan sahur gratis.

Dan begitulah, saya memerankan peran baru tahun ini yang sama sekali berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu cuma ada saya dan kasur butek di kamar kost. Tahun ini ada Shofy dan umminya. Praktis di awal-awal kelahiran Shofy, semua pekerjaan rumah tangga saya kerjakan. Nyapu ngepel, cuci seterika, beres2, mandiin, gantiin popok, semuanya melelahkan. Tapi tetap saja saya ketagihan.

posted under Emo | 8 Comments »

HINDARI MENYAKSIKAN PERSALINAN, KALAU ANDA BUKAN SUAMI YANG BAIK

August13

Saya sudah pernah mengalami kejadian-kejadian tragis dan mencekam yang sangat menyiksa, mengerikan bahkan memalukan. Sebut saja kejadian tragis di mana saya harus membersihkan toilet sekolahan gara-gara terlambat datang dan memutuskan memanjat pagar sekolah setinggi 2 meter untuk akhirnya kepergok guru BP yang kebetulan lewat tepat saat posisi saya sedang mengangkangi puncak pagar. Ada juga kejadian saya yang sadar bahwa dompet ketinggalan di penitipan barang tepat sebelum saya membayar belanjaan di kasir setelah harus berdiri antri sepanjang hmm.. sangat panjang. Atau kejadian saya yang kehilangan tiket pesawat dan harus mencari ke tiga tempat terakhir yang saya datangi di mana masing-masing berjarak tidak kurang dari 2 kali naik angkot sebelum akhirnya sadar bahwa tiket elektronik bisa diprint saja di bandara. Semuanya mencekam, karena kejadian-kejadian seperti itu memacu jantung saya berdegup sedikit lebih rewel dibanding biasanya.

Di atas semua kejadian itu, harus saya akui bahwa tidak ada peristiwa lebih mencekam yang pernah saya rasa dibanding peristiwa semalam. Iya, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri proses persalinan istri saya dari A sampai Z (terlepas dari ada atau tidaknya proses persalinan berawalan huruf Z), dari rintihan pertama sampai senyum lepas tanda lega. Tadinya saya tidak berani masuk ke ruang bersalin dan memutuskan untuk duduk menunggu di depan pintu saja sambil berdoa. Tapi setelah mempertimbangkan faktor jatah makan malam dan belanja bulanan, akhirnya dengan gagah berani saya masuk berdiri di samping istri saya yang saat itu sedang kontraksi. Singkat cerita, pada hari Ahad, 9 Agustus 2009/17 Sya’ban 1430H pukul 19:33 anak pertama kami lahir dengan selamat. Perempuan, lucu dan menggemaskan.

Saya dulu pernah bertanya ke Bapak kenapa saya diberi nama Mudzakkir, terlepas dari banyaknya nama panggilan yang diberikan orang ke saya seperti Dzakkir, Muza atau Ucha. Kenapa bukan Tarzan, Superman, atau Robin Hood saja. Bapak bilang karena nama bisa menjadi sebab seseorang berperilaku sesuai makna namanya. Nama menjadi motivasi seseorang berbuat untuk hidupnya kalau ia tahu seberapa istimewanya nama yang disandangnya. Simpelnya begini, kalau anda diberi nama Spiderman maka anda akan tersugesti untuk mempunyai dua kecendrungan dalam hidup. Mencari tempat yang nyaman untuk dipanjat, dan mencari tempat yang nyaman untuk mendarat. Atau kalau anda diberi nama Bush, anda juga akan cenderung punya dua motivasi. Bercita-cita menjadi presiden Amerika dan mencari negara-negara lemah sebagai tempat peluncuran rudal.

Jadi, saya tertarik sekali dengan seorang tokoh wanita zaman awal hijrah. Beliau wanita yang sangat cantik. Saking cantiknya, beliau dicemburui oleh wanita lain yang melihatnya. Meski begitu beliau sangat baik menjaga dirinya, sangat mulia, berakal dan baik agamanya. Beliau menjadi lambang yang tinggi dalam sejarah islam. Beliau wanita yang bersuamikan sebaik-baik manusia di bumi, Rasulullah Muhammad Sallallahu alihi wasallam. Beliau wafat sekitar tahun 50 Hijriyah, ketika ummat muslimin di tangan pemerintahan Muawiyah dan dimakamkan di Baqi’. Beliulah Shofiyyah binti Huyay bin Akhthab bin Sa’ya dari cucu Al-Lawy bin Nabiyullah Israil bin Ishaq bin Ibrahim Alihissalam, dan termasuk juga dari garis keturunan Rasulullah Harun Alaihissalam. Dengan semua keindahan perangai beliau, anak saya langsung saya beri nama Shofiyyah. Semoga keteladanan beliau menjadi penuntun hidupmu, Nak.

Kembali ke kejadian tragis. Harus saya akui, menyaksikan proses lahiran itu memang sangat mencekam. Kepada suami-suami yang istrinya akan melahirkan, dengan ini saya sarankan pastikan anda punya alibi yang kuat dan tepat untuk menghindari kemungkinan anda harus mendampingi istri anda saat lahiran. Selain bisa menyebabkan mata pening, badan lemas, gemetaran dan panas dingin, anda juga bisa menjadi korban istri anda yang tanpa sadar mencengkeram tanpa ampun tangan, leher dan kepala anda kapan saja instri anda kontraksi. Ini berbahaya buat anda, karena anda akan tercekat kehabisan nafas sebelum istri anda sadar apa yang baru saja dia lakukan terhadap anda. Tapi kalau anda merasa sebagai suami yang baik, jangan ikuti saran saya.

RSB Permata Bunda, 10 Agustus 2009.

posted under Emo | 10 Comments »
« Older Entries