Kenapa Motor Matic Lebih Baik

Jadi ceritanya di kantor saya nih lagi rame-ramenya geng motor. Gara-garanya bos kami di kantor memang penggemar motor besar (dan ketika saya bilang motor besar itu artinya motor dengan ukuran 150CC ke atas. Jelas bukan motor bebek atau matic). Setiap akhir pekan kami sekantor diajak touring dengan motor ke luar kota. Maka mulailah orang-orang di kantor pada beli motor besar dan membentuk geng motor kantor dengan nama Red Riders. Tadinya saya kira ini nama Tokusatsu atau metal heroes macam Kamen Rider. Gak kenal Kamen Rider? Ya udah berarti kita beda generasi. Lucunya ini gak mengubah pilihan transportasi penghuni kantor sehari-hari. Mereka yang tadinya ke kantor dengan mobil, sekarang… ya tetap pake mobil. Motornya diparkir saja di kantor dan hanya dipakai saat touring. Dan karena pekarangan parkir kantor kami sudah penuh dengan mobil, maka teras kantor pun berubah jadi parkiran motor. Saya sebagai pengguna motor matic sejati tentu saja merasa terintimidasi […]

Read more...

8 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 18 September, 2014 at 10:31 am

Categories: Blog   Tags:

Ketika Media Sosial Tidak Lagi Menarik

Siapa sih yang gak suka dengan media dan jejaring sosial? Mereka yang bisa mengakses internet lewat komputer atau perangkat bergerak hampir semuanya suka dengan mainan ini. Gak suka pun, mereka setidaknya pernah dengar tentang media atau jejaring sosial. Media yang bisa bikin pemakainya ketagihan dan ketergantungan. Media sosial pertama saya adalah DevianArt di tahun 2002. Lalu blog ini di tahun 2004. Kemudian bermunculan layanan lain yang timbul dan tenggelam dengan sendirinya. Semuanya saya jajal satu-satu. Belakangan muncul jejaring sosial macam Friendster, lalu Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest, Tumblr, Flickr, my space, instagram, google+, path dan lainnya yang gak bisa saya ingat lagi. Akun saya berceceran di mana-mana. Passwordnya lebih sering lupanya daripada ingatnya. Pertemanan menyebar ke seluruh pelosok bumi, mencari sendiri jalannya. Ada perbedaan signifikan antara media sosial dengan jejaring sosial. Tapi seperti kata orang-orang di acara The Lawyers Club, kadang hal-hal yang begitu jelas justru menjadi bagian terumit untuk dijelaskan. […]

Read more...

2 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 6 March, 2014 at 6:20 pm

Categories: Blog   Tags:

I’m Telecom Engineer. I Have No Life

Sarwed, seorang kawan dari India mengabarkan bahwa dia sedang di Indonesia. Sarwed seorang pekerja jaringan telekomunikasi yang sedang bekerja sebagai karyawan sebuah operator di Singapura dan mencoba menghabiskan akhir pekannya di Manado. Sebagai sesama Telecom Engineer yang sering diskusi di sebuah forum online, saya menyempatkan diri untuk bertemu dan berbagi cerita. “How’s your life?” tanya saya sambil memesan kopi. Seperti obrolan-obrolan sebelumnya dari setiap kawan sesama Telecom Engineer dari belahan bumi lain, jawaban yang saya dengar tentang kehidupan mereka selalu sama. Mereka menganggap diri mereka adalah ironi, sebagai pekerja keras yang tangguh, ulet, rajin dan sangat total sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa ada kehidupan lain di luar sana bernama ‘Joy of Life’. Sehari-hari mereka hidup berkubang kabel, antena, frekuensi, alat-alat elektronik, serat optik, bergelimpangan di atas kardus-kardus pembungkus modul radio dengan laptop penuh berisi baris-baris script yang kalau dipandangi bisa bikin mual. Mereka hi-tech, tapi tidak tahu jadual siaran televisi. […]

Read more...

1 comment - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 19 February, 2014 at 3:55 pm

Categories: Blog, Technology   Tags: I'm telecom engineer, ni life, operator, telekomunikasi

Ayam Kampus dan Selera Pekerja Kantoran

Ayam kampus sering dikonotasikan sebagai pelaku ‘begituan’ sebagai pekerjaan di samping statusnya sebagai mahasiswi. Hampir semua orang yang mendengar kata ayam kampus langsung paham dengan konotasi ini. Entah dari mana istilah ini berasal, ayam kampus seakan menjadi bunga-bunga sekaligus aib bagi Universitas tempat mereka kuliah. Tulisan ini bukan tentang ayam kampus bertanda kutip. Ini tentang ayam kampus tanpa tanda kutip. Ayam kampung, dipotong, dibakar atau digoreng, dan dijual di warung makan beberapa meter dari salah satu universitas negeri di kota Manado. Saya dan teman-teman lebih suka menyebutnya ayam kampus Manado. Untuk bisa menemukan ayam kampus di Manado pun tidak mudah. Kebanyakan warung-warung yang ada hanya menyediakan ayam broiler. Orang lebih senang menyebutnya ayam ras. Tapi di tengah kelangkaannya, ayam kampus selalu istimewa. Bagi pekerja kantoran yang hanya tinggal di kost dan jauh dari keluarga seperti saya, keberadaan ayam kampus hampir selalu menjadi penyelamat, terutama dari rasa lapar. Harganya memang agak […]

Read more...

Be the first to comment - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 5 February, 2014 at 4:32 pm

Categories: Blog   Tags: ayam kampus, mahasiswa, mahasiswi, pekerja, selera, universitas

Next Page »

Baca juga :close