August13
Saya sudah pernah mengalami kejadian-kejadian tragis dan mencekam yang sangat menyiksa, mengerikan bahkan memalukan. Sebut saja kejadian tragis di mana saya harus membersihkan toilet sekolahan gara-gara terlambat datang dan memutuskan memanjat pagar sekolah setinggi 2 meter untuk akhirnya kepergok guru BP yang kebetulan lewat tepat saat posisi saya sedang mengangkangi puncak pagar. Ada juga kejadian saya yang sadar bahwa dompet ketinggalan di penitipan barang tepat sebelum saya membayar belanjaan di kasir setelah harus berdiri antri sepanjang hmm.. sangat panjang. Atau kejadian saya yang kehilangan tiket pesawat dan harus mencari ke tiga tempat terakhir yang saya datangi di mana masing-masing berjarak tidak kurang dari 2 kali naik angkot sebelum akhirnya sadar bahwa tiket elektronik bisa diprint saja di bandara. Semuanya mencekam, karena kejadian-kejadian seperti itu memacu jantung saya berdegup sedikit lebih rewel dibanding biasanya.
Di atas semua kejadian itu, harus saya akui bahwa tidak ada peristiwa lebih mencekam yang pernah saya rasa dibanding peristiwa semalam. Iya, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri proses persalinan istri saya dari A sampai Z (terlepas dari ada atau tidaknya proses persalinan berawalan huruf Z), dari rintihan pertama sampai senyum lepas tanda lega. Tadinya saya tidak berani masuk ke ruang bersalin dan memutuskan untuk duduk menunggu di depan pintu saja sambil berdoa. Tapi setelah mempertimbangkan faktor jatah makan malam dan belanja bulanan, akhirnya dengan gagah berani saya masuk berdiri di samping istri saya yang saat itu sedang kontraksi. Singkat cerita, pada hari Ahad, 9 Agustus 2009/17 Sya’ban 1430H pukul 19:33 anak pertama kami lahir dengan selamat. Perempuan, lucu dan menggemaskan.
Saya dulu pernah bertanya ke Bapak kenapa saya diberi nama Mudzakkir, terlepas dari banyaknya nama panggilan yang diberikan orang ke saya seperti Dzakkir, Muza atau Ucha. Kenapa bukan Tarzan, Superman, atau Robin Hood saja. Bapak bilang karena nama bisa menjadi sebab seseorang berperilaku sesuai makna namanya. Nama menjadi motivasi seseorang berbuat untuk hidupnya kalau ia tahu seberapa istimewanya nama yang disandangnya. Simpelnya begini, kalau anda diberi nama Spiderman maka anda akan tersugesti untuk mempunyai dua kecendrungan dalam hidup. Mencari tempat yang nyaman untuk dipanjat, dan mencari tempat yang nyaman untuk mendarat. Atau kalau anda diberi nama Bush, anda juga akan cenderung punya dua motivasi. Bercita-cita menjadi presiden Amerika dan mencari negara-negara lemah sebagai tempat peluncuran rudal.
Jadi, saya tertarik sekali dengan seorang tokoh wanita zaman awal hijrah. Beliau wanita yang sangat cantik. Saking cantiknya, beliau dicemburui oleh wanita lain yang melihatnya. Meski begitu beliau sangat baik menjaga dirinya, sangat mulia, berakal dan baik agamanya. Beliau menjadi lambang yang tinggi dalam sejarah islam. Beliau wanita yang bersuamikan sebaik-baik manusia di bumi, Rasulullah Muhammad Sallallahu alihi wasallam. Beliau wafat sekitar tahun 50 Hijriyah, ketika ummat muslimin di tangan pemerintahan Muawiyah dan dimakamkan di Baqi’. Beliulah Shofiyyah binti Huyay bin Akhthab bin Sa’ya dari cucu Al-Lawy bin Nabiyullah Israil bin Ishaq bin Ibrahim Alihissalam, dan termasuk juga dari garis keturunan Rasulullah Harun Alaihissalam. Dengan semua keindahan perangai beliau, anak saya langsung saya beri nama Shofiyyah. Semoga keteladanan beliau menjadi penuntun hidupmu, Nak.
Kembali ke kejadian tragis. Harus saya akui, menyaksikan proses lahiran itu memang sangat mencekam. Kepada suami-suami yang istrinya akan melahirkan, dengan ini saya sarankan pastikan anda punya alibi yang kuat dan tepat untuk menghindari kemungkinan anda harus mendampingi istri anda saat lahiran. Selain bisa menyebabkan mata pening, badan lemas, gemetaran dan panas dingin, anda juga bisa menjadi korban istri anda yang tanpa sadar mencengkeram tanpa ampun tangan, leher dan kepala anda kapan saja instri anda kontraksi. Ini berbahaya buat anda, karena anda akan tercekat kehabisan nafas sebelum istri anda sadar apa yang baru saja dia lakukan terhadap anda. Tapi kalau anda merasa sebagai suami yang baik, jangan ikuti saran saya.
RSB Permata Bunda, 10 Agustus 2009.