DRUMMING NO MORE

Posted on April 14th, 2008 in My World by Ucha

Sudah tahun ke tiga sejak saya putuskan memiliki satu set drum yang dengan niatan baik saya kostumisasi menjadi drum idaman. Meskipun tidak bagus-bagus amat tapi cukup menguras effort dan biaya; Hunting cymbal, barter barang, nyari drum head, nyari stik sampe nggotong-gotong bass drum. Meskipun saya sebenarnya tidak bisa main drum sehebat Mike Portnoy, tapi punya drum sendiri adalah hal lain.

Dan sekarang drum saya sudah dibeli orang. Ya iya lah karena saya jual..
My Drum

So, dude.. I don’t play drum anymore. Don’t ask why, I just do this for some reasons I will not tell. The only good news is that I earn money from this.

Banyak juga sih teman yang menyayangkan. Tapi itulah resolusi, bahwa saya sebisa mungkin tidak terpengaruhi lagi oleh musik. Dimulai dengan tidak bermain musik lagi. Yaa, mungkin mengurangi sedikit. Awalnya mau saya batalin saja. Tapi setelah nekat, ternyata gak kejadian apa-apa. Saya bisa tetap enjoy meski tanpa main musik lagi. Toh saya bukan orang yang dengan garangnya berkoar “STAY AWAY FROM MUSIC!”

SMS

Posted on April 7th, 2008 in Emotion by Ucha

Hari gini, kayanya hampir semua sudah pada tau yang namanya SMS. Fasilitas messaging yang ada di Hp. Hand held device yang sudah dimiliki anak-anak sampe yang punya anak.

NGEMENG-NGEMENG.. kayanya sekarang Hp sudah bukan masuk kategori barang mewah, ya? Kemarin pas mau ke kantor liat anak TK pegang 2 Hp. Satunya GSM dan satunya lagi sepertinya CDMA. Soalnya dia ngomong gini: “Ma, yang jemput siapa? Ade telpon pake Hp satu gak ada yang angkat” Otak cerdas saya mengasumsikan di masing-masing Hpnya cuma ada 1 phonebook. di Hp1 nomor Mamanya, di Hp2 nomor supir pribadi mamanya. Dan saya membandingkan dengan diriku waktu masih TK dulu.. sigh

Saya sendiri baru punya Hp setelah lulus sekolah dan bekerja.

Back to topic, meskipun saya kalau menulis SMS suka disingkat-singkat seperti :
Bos, dr mn aja? sy sdh tlp dr kmrn ga ada yg angkt..

tapi tetap saja saya gak suka dengan model SMS seperti ini, huruf besar kecil :

iYa nicH, Gw laGe bnYK KerJaaN. Hp gW KtnGGalan di HuM. PokOgNya Gw PaZTi DatnG DecH.

Huruf besar kecil yang didramatisir :
GilA Azza Lo! EmnKnyA Gw G tW apA kLo Dy 2 Tmn Lo jG? Kn suD Gw bLG lO jGn kNaln Gw k Dy. AkhRn kN jd Rbt Gn!

Ato yang pendek dan bikin bingung :
Pkkn hyG Kn Btuna. Cpe ngrni Dian?

Ato malah yang panjang dan aneh:
Dsn Pnjm kknya 1 nnt dgnt sm kt Kmr spkr & yg 1nya lg pls slnya lg bu tp mn bl bsk hr sbtu ga ush bl mall tlg ya bls

Weleh, bacanya aja jadi malas apalagi mau mbalas? Ada lagi yang kalo habis ngirim SMS malah nelpon dan bilang “udah terima SMS gue? kalo blm gw kirim lagi aja, ya?” Kan aneh! Kenapa gak sekalian ngomong aja pas di telpon. Padahal kan 1 SMS punya 160 karakter perSMS. Ngirim SMS panjang dan ngirim pendek biayanya bakal sama saja. Memangnya mau kirim telegram yang hitung perkarakter?

BOOTS FACTOR

Posted on March 7th, 2008 in Football by Ucha

MercurialSepatu bola yang dilaunching 1 Februari 2008 ini sudah saya incar sejak awal, Nike Mercurial Vapor IV FG. Menurut sumbernya, sepatu ini didesain sangat ringan. Totalnya hanya 260 gram untuk sepatu ukuran 43 Euro. Dan karena ukuran kaki saya adalah 7 UK atau 41 Euro, artinya total beratnya lebih ringan lagi. Meski begitu, sepatu ini dilengkapi dengan cincin karbon pada bagian lingkar tumit sehingga benar-benar mencengkram pada kaki. Dan hasilnya, penggunanya seperti tidak sedang mengenakan sepatu dan katanya bisa lari dengan kecepatan maksimal.

Direlease dengan tipe stud firm ground (FG), sepatu ini cocok untuk kondisi lapangan rumput natural atau rumput sintesis. Jadi sebenarnya kurang cocok untuk kondisi lapangan Indonesia yang sebenarnya bukan rumput tapi alang-alang dan semak belukar, hwehehe.. Cristiano Ronaldo, Nani, Ibrahimovic, Lennon, Mexes dan Alexandre Pato adalah beberapa orang yang jadi penggunanya.

MercurialDan ternyata sepatu ini susah juga dicarinya. Apa mungkin belum dipasarkan di Asia kali ya? gak tau juga deh. Sampe akhirnya saya menang bid di ebay untuk item ini dari seller di UK. Produknya sendiri dari Italia. Dan setelah 10 hari nunggu, nyampe juga di sini. Benar aja, labelnya tertulis made in Italy. Beratnya juga hanya sekitar setengah dari Adidas +F10.6, sepatu saya yang lain. Tapi kok rasanya sayang banget mau dipake di lapangan. Hihihi.. Desainnya minimalis tapi warnanya ngejreng abis :D.

Jadi sekarang saya punya 2 sepatu bola. Hard ground (HG) untuk ngulek cabe dan firm ground (FG) untuk nakut-nakutin tikus. Bukan, HG untuk main sore atau waktu rumput lapangan kering dan FG untuk main pagi di rumput berembun. Halah, Udah kaya pemain pro aja nih.. Padahal kalau dari statistik 5 pertandingan terakhir saya tercatat 2 kali cedera, 12 kali kesalahan umpan, 7 kali tembakan melenceng depan gawang, dan 6 kali kena lemparan botol kemasan dari penonton. Parah deh. Ya tujuannya sih lebih untuk menghindari cedera yang tidak perlu. Atau malah jangan-jangan nambah beban mental nih. Yang Adidas +F10.6 aja sejauh ini baru mencatatkan 1 gol, huh! Jangan bilang saya harus mencoba minuman khusus dewasa untuk penyubur karena sudah saya coba dan hasilnya tidak terbukti!

Tapi memang sih, waktu sedang tidak perform paling enak menyalahkan sepatu. Padahal sebenarnya kalau dasar pemainnya bagus, gak pake sepatu juga tetap aja bagus. Tapi kalau begitu kenapa justru para pemain bagus yang sepatunya didesain spesial? Jadi sebenarnya main bola tuh player factor ato boots factor?

FEBRUARY WITH LAUGH (LOVE)

Posted on February 27th, 2008 in My Thought by Ucha

Some breathtaking issue recently.
This guy made another silly comments. He despised blogger again. You can read the detail here.


What does he think he is doing? Hi Roy!™, blogger is a writer. That’s all.

And the last weekend match between Birmingham and Arsenal left another scary story. It was Eduardo Da Silva who sustained a broken leg after a very hard tackle by Martin Taylor early minutes. It is broken like I pronounce it.
da-silva.jpg

This Saturday my team are going to face Bank Niaga at our home venue. But after watching Eduardo’s incident, Oh my dog.. I think I’m gonna quit football!

MEMBELAH SUNYI

Posted on February 20th, 2008 in Photography by Ucha

Trex

Camera : NIKON D80
Lensa : Nikkor 18-135
FL : 66 mm
Speed : 1/60 s
F-number : F/8
Location : Amsterdam, Netherland

Akhir winter yang sama tahun lalu, saya ambil gambar ini di drainase tepat di depan stadion Amsterdam Arena, markas Ajax FC hari Minggu pukul 7 pagi saat kabut masih menyelimuti kota. Ditemani ibu yang baik hati, sesekali saya terkagum dengan megahnya stadion ini. Orang-orang juga belum banyak terlihat di jalan-jalan kecuali satu dua anak bersepeda. Meskipun sudah mengenakan jaket, syal dan sarung tangan, saya yang tidak terbiasa dengan dingin akhirnya tetap menggigil di suhu 3 derajat celcius. Sementara burung ini, dengan cueknya melintas meninggalkan jejak di air yang hampir beku.

Pohon-pohon bertahan hidup tanpa daun. Di beberapa tempat masih terdapat onggokan salju yang sudah kotor. Seperti kumpulan kapas di lumpur becek, sama sekali tidak menarik. Aroma kabut sangat menusuk hidung, dan dinginnya membekukan sampai di daun telinga. 15 menit berikutnya saya sudah di Schiphol.

Next Page »