Saya Tahu Mengapa Laut Begitu Setia Pada Langit

Seorang teman kost, Adi namanya, suatu hari mengajak saya ke pulau Bunaken, pulau wisata yang terkenal dengan taman lautnya di Manado. Hari itu Adi diminta oleh kantornya menemani tamu dari Jakarta yang akan ke Bunaken. Saya setuju ikut. Pakaian ganti saya siapkan, kami pun berangkat. (Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kelima). Itulah untuk pertama kalinya saya “melaut”. Perahu kecil bermesin tempel menjadi alat transportasi kami. Sekira 20 orang bisa muat di dalamnya. Perlahan tapi pasti perahu mulai melaju. Saya duduk di sisi kanan, menghadap ke belakang. Mata saya lekat pada tangan cekatan yang mengarahkan mesin tempel memecah ombak. Di tengah perjalanan, tiba-tiba puluhan lumba-lumba hidung botol berlomba mengiringi kami seakan menggoda. “Ini sebuah perjalanan istimewa,” dalam hati saya berbisik. Belum juga tiba ke dermaga, perahu berhenti di tengah laut. Pemilik kapal menjelaskan pada kami bahwa lokasi itu adalah lokasi snorkeling favorit. Saya bisa melihat [...]

Read more...

8 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 7 May, 2013 at 5:30 pm

Categories: Blog, Travelling   Tags: 8 Minggu Ngeblog, bunaken, Lautan, Menyelam

Perempuan-perempuan Sumber Inspirasiku

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga. Saya tiba di rumah dengan rasa lelah yang luar biasa. Hari itu saya tidak dalam suasana hati yang baik. Pekerjaan di kantor berantakan. Saya harus bekerja lebih lama sebelum boleh meninggalkan kantor. Hari sudah malam ketika saya pulang. Begitu mau jalan, ban motor kempes dan saya harus mendorong motor lebih dari 1 kilometer sebelum akhirnya ketemu tukang tambal ban. Lalu perjalanan terhambat gara-gara macet luar biasa oleh truk yang melintang di tengah jalan. Bannya pecah, truknya terguling karena muatannya berat. Material bangunan berhamburan di jalanan. Perjalanan pulang akhirnya harus saya tempuh 2 kali lebih lama. Beberapa kilometer sebelum tiba di rumah, saya tabrakan dengan pengendara motor lain. Anak muda ugal-ugalan sedang balap liar dengan temannya. Kami sama-sama jatuh, tapi si anak muda ini bisa segera bangkit dan kabur, meninggalkan saya yang masih terduduk di pinggiran aspal dengan luka [...]

Read more...

5 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 26 April, 2013 at 6:07 pm

Categories: Family   Tags: 8 Minggu Ngeblog, keluarga

Sampai Berjumpa Kembali, Hujan

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama. Musim hujan sepertinya akan segera berganti panas. Tanah dan dedaunan basah segera menjadi pemandangan yang paling saya rindukan. Entah kapan lagi saya bisa menikmati halaman yang tergenang air, bebek yang buang kotoran di mana-mana setelah berkubang di pekarangan dan Daeng Malik yang sibuk membetulkan tenda terpal yang tertiup angin di depan rumahnya. Rumah kami tanpa pagar. Jalanan yang tidak begitu besar hanya terpisah selokan kecil dari pintu depan kami. Saking dekatnya, saya bisa mendengar bunyi rantai sepeda tukang sayur yang melintas setiap hari selepas adzan subuh. Jalanan kecil ini menghubungkan kami dengan jalan utama menuju daerah wisata Malino. Tidak seperti jalan utama, jalanan depan rumah kami lebih kecil dan tanpa lampu jalan. Lingkungan kami rimbun oleh pepohonan yang mungkin usianya lebih tua dari Daeng Malik, orang yang saya anggap paling tua di kampung ini saking rentanya. Saya memang [...]

Read more...

24 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 9 April, 2013 at 10:34 am

Categories: Blog, Family   Tags: 8 Minggu Ngeblog, hujan, truk

Traveling China – Bahasa Manusia Bahasa Cinta

Saya mengayun-ayunkan tangan ke arah bokong, menggerakkan pinggul, menirukan gaya orang yang menutup resleting celana. “Ma’m, do you know where can I find toilet around here?” sekali lagi saya coba bertanya. Yang ditanya hanya merespon dengan bahasa tubuh yang aneh. Dia terkekeh mesum dan menatap lekat ke arah bokong saya sambil komat-kamit. Sama sekali tidak menunjukkan arah toilet yang saya cari. Gagal. Hari itu saya sedang menghabiskan siang di Tea stream Valley, tempat hiburan modern bertema puncak bukit yang berada di distrik Dameisha provinsi Guangdong, China. Saya sampai kebingungan menjelaskan arti kata toilet sebelum akhirnya tau bahwa mereka menyebut toilet sebagai wash room. Lain di Dameisha, lain lagi di sentra perbelanjaan di pusat kota Shenzhen di Huaqiangbei. Saat itu saya sedang menemani seorang teman yang ingin berburu batu giok. Sebenarnya batu giok China ini bisa ditemukan dijual oleh pedagang perhiasan kaki lima. Di emperan toko, di atas jembatan penyeberangan atau [...]

Read more...

6 comments - What do you think?
Posted by Mudzakkir - 3 April, 2013 at 5:16 pm

Categories: Travelling   Tags: abroad, china, google translate, happy valley, shenzhen, travelling

Next Page »

Baca juga :close