Beradu nyaring seperti bersuka Bentukan karang dan debur ombak riang bersama angin Nyaring menakutkan Kadang tenteram Kadang sejuk Kadang gemuruh Dengan lambaian berjuta nyiur semilir tak kenal duka Di sisinya seorang bocah tekun memilah Hitam kulitnya, mungkin karena terik hidupnya Senyum kami bersahutan Mata kami bertautan Dan terdesirlah segera Seperti sendu apapun namanya Satu kerang atau dua di keranjang untuk peluh penuh hari ini Dan peluh lagi esok Seperti hidup Tak mati-mati Karena keringat adalah air mandinya Maka terik tiada artinya Karena telanjang kaki adalah karpet merahnya Maka sepatu kulitku berarti cengeng olehnya Karena berjuang hidup adalah ceria masa kecilnya Maka apalah arti keluh kesahkuRead More →