lokasi: Toilet umum salah satu mall di Manado. Waktu: Sore, menjelang malam. Tentu saja saya sedang buang air, masa lagi berendam. Waktu itu saya pengen buang air kecil dan urinoir sedang penuh terpakai semua. Jadilah saya memutuskan buang air kecil dalam salah satu kamar WCnya. Waktu sudah di dalam, tiba-tiba dari kamar WC sebelah terdengar suara khas orang lagi buang air besar. Bukan suara orangnya, tapi suara efek yang dihasilkan. Saya akhirnya harus mendengarkan efek suara itu selama saya buang air kecil. Arrghh.. tentu saja sangat mengganggu kenikmatan buang air kecil. Efek suara ini juga pakai alur maju-mundur. Kadang cepat, kadang lambat. Kadang diam, ehRead More →

Jadi nih ceritanya, ada foto caleg dengan nomor urut 23. Siapa dia saya juga tidak kenal, pokoknya di posternya lebih besar foto mukanya David Beckham daripada dia. Slogannya “Pilih no 23. Beckam aja pilih 23!” Miris. Selain dia sukses bikin orang yang liat ketawa, dia juga sukses menunjukkan kebodohannya. Pak, nih ya David Beckham tuh sekarang nomor punggungnya 32. Dan Beckham itu tulisannya Beckham pake “H”. Bukan Beckam, Pak. Ada 44 partai politik dengan ribuan caleg seluruh indonesia. Tiap daerah punya ratusan caleg dan tiap caleg punya ratusan poster dan baliho. Dipasang di mana-mana di tiang listrik, di pohon, di pagar rumah orang, di angkot.Read More →

Kenapa ya tiap kali saya mompa ban di pinggir jalan, di tempat si abang biasanya nongkrong dengan kompressornya, selain diukur pake tire pressure gauge juga dikasi ludah. Iya, DIKASI LUDAH, sodara-sodara ! Kalau saya nanya “Bang, kok dikasi ludah?” jawabnya selalu “buat ngecek bocor apa nggak.” Buat ngecek bocor? oke bisa diterima. Karena dengan adanya gelembung ludah (sumpah gak enak banget nih nulis gelembung ludah. Dari pada saya nulis ‘cairan iler’?) bisa ketahuan ada angin yang keluar dari pentil apa tidak. Meskipun jawabannya masih tidak bisa diiyakan oleh akal sehat saya. Lha gimana mau ngecek? begitu habis nambah angin, dikasi ludah, langsung ditutup pentilnya, yangRead More →

Akhirnya tahun 2009 sudah berjalan. Beberapa resolusi tahun lalu juga Alhamdulillah sudah terlaksana. Dan kalau mau membuka lembaran baru, rasanya saat seperti inilah yang paling tepat. Setelah menikah dan menjalani hidup berumah tangga, ternyata banyak kekhawatiran yang tidak terbukti. Sebelum menikah dulu saya khawatir istri saya bakal dikasi makan apa. Bisa-bisa kita berdua menderita kelaparan. Atau bagaimana kalau kita tidak punya tempat tinggal lalu gelandangan ke mana-mana. Semua kekhawatiran itu ternyata hanya alibi dari orang-orang seperti saya yang dulu tidak mau disuruh cepat-cepat menikah. Berlebihan dan tidak rasional. The fact is, I do feel so much better now. Back to topic, saya rasanya pengen bangetRead More →