Bahagia itu sederhana. Sesederhana siang, sesederhana malam. Bahagia itu sederhana. Aku, kamu. Bahagia itu sederhana. Memulai dari kosong, sendiri, mandiri. Bahagia itu sederhana. Suap demi suap nasi putih sambil duduk bersila. Bahagia itu sederhana. Mengejar nyamuk dengan sapu lidi, lalu tawa kita berderai. Bahagia itu sederhana. Kudapan yang terlalu pedas, dan mentari senja di pinggir pantai. Bahagia itu sederhana. Menyadari bahwa pakaian yang kuhadiahkan masih kebesaran untukmu. Bahagia itu sederhana. Dimensi semesta antara kita. Dimensi jarak, ruang dan waktu. Bahagia itu sederhana. Berbagi, dan melihat orang lain tersenyum bahagia. Bahagia itu sederhana. Takbir hari raya, dan toples kue setengah kosong. Bahagia itu sederhana. Aku imamnya.Read More →

Februari itu selalu identik dengan bulan kasih sayang, di mana salah satu harinya menjadi hari paling kontroversial sejagad raya, yaitu Valentine. Banyak yang pro, tapi tidak sedikit juga yang kontra. Orang-orang yang punya pasangan dan sedang kasmaran, mereka biasanya adalah orang-orang yang pro Valentine. Sementara di barisan depan kelompok kontra Valentine, berdiri para jomblo dan barisan patah hati. Saya gak mau membahas sejarahnya atau pro-kontranya, karena membahas sejarah dan pro-kontra itu hanya dilakukan oleh orang-orang di acara Lawyers Club. Orang yang menonton acara mereka akan terbakar emosi, sementara mereka selepas acara akan saling tertawa dan tukar menukar info soal ‘lahan garapan’ baru. Ngomongin bulan kasihRead More →