Ini tahun kedua belas saya tinggal di Manado. Untuk ukuran penempatan kerja, saya mungkin masuk kategori pekerja yang betah ditempatkan lama di satu tempat. Tiap saya menghitung total lama domisili saya, di situ kadang terselip doa, “Tuhan, kembalikan saya ke kampung halaman.” Tapi ya gak papa juga sih.. Manado. Daripada di Timbuktu. Jadi nih, semakin lama saya tinggal di Manado, semakin sensitif saya sama gempa bumi. Gempa skala menengah (sekitar 5 SR) hampir tiap bulan terjadi di sini. Dalam sebulan bisa saja tiap minggunya gempa. Dalam seminggu bisa saja tiap harinya gempa. Dalam sehari bisa saja gempanya 2 – 3 kali. Ini beneran. Saya pernahRead More →