Hari sabtu kemarin saya menjadi salah satu yang tidak hadir dalam acara reuni akbar almamater STM Telkom Makassar meskipun digadang-gadang akan menjadi star of the night. Bukan karena bingung harus pake baju apa atau tidak tau acara reuni itu apa, tapi saya tidak hadir karena punya alasan sendiri :
- Saya tidak mau teringat masa-masa awal menjadi siswa di mana saya adalah obyek penderita favorit untuk memperagakan contoh gerakan berguling ke depan dan ke belakang dilanjutkan dengan salto ke depan sekali dan belakang 3 kali lalu berhenti dengan gerakan split kaki yang sangat menyiksa pada tiap mata pelajaran olahraga bab senam lantai. Iya.. iya.. tidak ada salto dan split, cuma berguling.
- Masih pada mata pelajaran olahraga, saya punya trauma mendalam pada bola basket yang menyebabkan saya sangat tidak suka dengan basket sampai sekarang. Saya menghilangkan 2 buah bola basket tepat saat bola basket diperlukan untuk ujian praktek basket oleh kelas sebelah.
- Dulu setiap kali saya mendekati gerbang sekolahan saat tiba di sekolah, yang bisa saya rasakan hanyalah kengerian. Terlebih kalau hari itu ada ujian harian. Oke, anggap saja ini wajar. Tapi akan menjadi tidak wajar kalau anda sudah menghindari gerbang sekolah, dalam arti anda masuk melalui jalan alternatif setapak berlumpur dengan merayap dan lompat katak, dan anda masih merasa ngeri. Terlebih saat anda tahu bahwa ujian harian di hari itu tidak dibatalkan dengan usaha anda.
- Saya khawatir akan teringat pertama kalinya saya got a crush on someone. Iya, saya akan sangat khawatir. Simple reason: when you get a crush on someone, don’t you worry? Bahkan setelah lebih dari 8 tahun. Saya tidak bisa membayangkan diri saya sebagai si-culun-gak-populer-dan-gak-gaul-yang-tersingkir-dari-peradaban yang saat itu sedang jatuh cinta. Terpukau oleh pandangan pertama, lalu merencanakan penembakan dengan modal nekat yang setelah saya ingat-ingat lagi ternyata alamak jijay bajay. Oh, please..
- Atau yang lebih parah, saya akan sangat menghindari pernyataan dari bekas teman sekelas, atau saudara teman sekelas, atau bekas adik kelas yang dengan antusiasnya mengaku dulu pernah sangat naksir ke saya. Saya akan sangat menyalahkan mereka kenapa waktu itu tidak ngomong saja mengingat pengakuan mereka saat itu akan sangat membantu memperbaiki reputasi saya mengakhiri status si-culun-gak-populer-dan-gak-gaul-yang-tersingkir-dari-peradaban.
- Saya pernah menjadi korban pemalakan di angkutan umum saat pulang sekolah. Meskipun tidak ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, tetap saja akan saya hubung-hubungkan karena kejadiannya justru saat saya pulang sekolah. Kenapa bukan saat saya pulang main bola saja, atau pulang masjid, atau pulang kampung?
- Reunion is a waste. Bagaimana tidak, semua yang ikut reuni (ok, mungkin tidak semua) punya akun jejaring sosial. Email, friendster, twitter, multiply, blog, dan yang paling populer: facebook. Terlebih lagi hampir semua sudah punya telepon genggam yang berarti bisa telpon2an dan SMSan. Tidak perlu kirim-kiriman surat lagi yang butuh waktu 1-2 minggu untuk nyampai, atau secepat-cepatnya telegram indah yang meskipun sudah indah tetap saja dengan spelling yang disingkat sesingkat-singkatnya.
- Utang. Ini disinyalir menjadi penyebab utama orang akan menghindari reuni. Sebagian orang akan cepat melupakan pernah berutang pada siapa, tapi mereka yang diutangi tidak akan lupa. Terlebih kalau anda utang rutin seminggu tiga kali di kantin sekolah untuk makan siang dan yakin bahwa penjaga kantin juga akan ikut reuni dengan membawa tumpukan bon yang belum dibayar.
- Reuni bisa menyebabkan kesenjangan sosial. Akan sangat tidak nyaman bagi sebagian orang saat ditanya: “Hai, udah kerja di mana?” atau “kok belum merid, sih?” atau “anaknya dah berapa?” Anda akan menjadi looser hanya beberepa detik setelah bertemu teman-teman lama. Pertanyaan ini sangat mengganggu pikiran dan memecah konsentrasi reuni. Dan demi menghindarinya saya memutuskan untuk tidak ikut reuni saja. “What if they’re better and I’m not.” atau “What if they all have happy marriages and I don’t.” atau “What if they ask me about my children. And I’ve been married for 10 years but no kid.”
- Saya tidak punya tiket mudik.
Iya.. iya.. Saya ngaku sebenarnya desperately need reunion. Dan demi melihat foto-foto mereka yang hadir dalam acara reuni, saya ngeces. Saya benar-benar ngiri sampai ke ubun-ubun. Saya tidak mudik karena menghindari perjalanan pesawat membawa Shofy yang masih berumur 40 hari. Ada sih, alternatif perjalanan darat dengan bus 3 hari 3 malam, tapi shofy dan umminya langsung kompak protes tidak setuju. Jadilah kami bertiga lebaran di kampung orang dan saya harus ketinggalan acara reuni.
Sebenarnya saya tidak peduli traumatik pelajaran olahraga, atau takut ketemu bekas guru seram, atau salah tingkah pada bekas gebetan.
Aaarrgggghhhhhh.. saya hanya tidak bisa mudik. Kenapa sih reuninya gak diundur sebulan lagi? Bikin lagi dong, panitia…




September 28th, 2009 at 9:56 pm
hahahah!!! Aku pertama beneran mikir kamu benci reuni lho, Cha!! Oalah ternyata tidak mudik
ga papa, toh ada si Shofy yg menggemaskan, kan?
September 30th, 2009 at 4:06 pm
Tapi reuni itu juga asyik :p kalo lewat jaring-sosial or sms or telp kan kita gak bisa nabok
kalo reuni, ketemu langsung, face2face kan kita bisa NABOK, nagih HUTANG (dulu dia mam di kantin ngutang kite
), MALAK, PAJAK, de es be… de es be… hihihi…
September 30th, 2009 at 4:07 pm
yah… semoga tahun depan bisa mudik, Cha
tiketnya dipesen dari hari ini *lirik Shofy*
October 20th, 2009 at 9:43 pm
Updateeeeee!!!!
October 31st, 2009 at 3:11 pm
Met Wikeeeeeeeeeeeeen!!!
November 9th, 2009 at 9:49 pm
updateeeeeeeee… ;D
November 13th, 2009 at 5:35 pm
update!
November 21st, 2009 at 4:39 pm
aku slalu suka reuni
December 15th, 2009 at 9:04 pm
Sejak jadi Ayah, sibuk sekali my bro ini heheheheueheue
December 22nd, 2009 at 4:27 pm
Selamat Hari Ibu…
Salam bwat Shofy yaaaa
January 22nd, 2010 at 4:41 pm
hahaha..sy kira beneran ndak mau ikut reuni karena alasan 1-9
ternyata alasan no.10 yang paling kuat..
btw, salam kenal..:)
February 15th, 2010 at 1:13 pm
haha… alasan 1 & 2 sama
saya paling parah dalam hal olah raga. obyek penderita abis. jam olah raga molor gara-gara saya lari nggak sampe-sampe ke finish.
paraaaahhh
March 4th, 2010 at 11:19 am
Mantap bro alasannya. terutama yang no.10…
Salam kenal
April 8th, 2010 at 12:34 pm
@like poin number 8,9,10 hahaha…betol !!!
April 27th, 2010 at 10:11 pm
saya juga takut reuni… entah kenapa, mungkin karena alasan no 9 ya??? hehhe…
anyway, salam kenal