Traveling ke Bali sepertinya sudah mainstream buat penyuka jalan-jalan di Indonesia. Saking mainstreamnya, waktu saya baru menikah aja istri minta bulan madunya ke Bali. Meskipun waktu itu gak jadi, akhirnya kali ini kami berangkat juga. Ini mungkin trip Bali saya yang beda dari yang sebelumnya. Kalau dulu saya tripnya sendirian (di tahun 2003, 2004 dan 2006), kali ini tripnya bareng istri tercinta dan anak. Saya sudah wanti-wanti kalau trip backpacker itu lelah dan menyusahkan. Lelah karena most of the time kita kudu mempadu-padankan antara budget dan waktu, dan menyusahkan karena dengan pertimbangan bawa istri dan anak balita 3,5 tahun gak mungkin lari-lari ngejar mobil bakRead More →

Makan malam pada beberapa budaya, menjadi bagian rutinitas yang sangat penting. Pada momen makan malam itulah berkumpul seluruh keluarga dalam satu rumah untuk makan bersama sambil menjaga keakraban. Umumnya makan malam diadakan ketika matahari baru saja terbenam seperti yang kita pahami di Indonesia. Namun di beberapa tempat di Eropa, makan malam diadakan beberapa saat sebelum malam. Makan malam bersama mungkin tidak populer di Indonesia. Tidak lebih dari sekedar kebutuhan harian saja. Tidak ada waktu yang benar-benar disisihkan untuk menyempatkan makan malam bersama. Yang penting bisa menghilangkan lapar, maka itulah makan malam. Entah dari mana budaya makan malam bersama ini berasal. Namun melihat tujuan dan manfaatnya,Read More →

Saya mungkin salah satu dari sekian banyak orang yang punya jadwal olahraga rutin tapi gak bisa jaga komitmen. Meskipun jadwalnya sudah ditulis besar-besar dan ditempel di kamar tapi kalau memang lagi malas, ya malas aja. Sebenarnya seminggu sekali saya sudah punya jadwal futsal bareng teman-teman kantor. Lalu di hari yang lain ada badminton, juga dengan teman-teman kantor. Persoalannya adalah, entah mengapa kalau sudah menyangkut jadwal futsal atau badminton ini kami bisa sangat kompak. Ketika salah seorang dari kami ada yang tidak bisa hadir, maka yang lain juga jadi malas untuk hadir (meskipun sebenarnya gak akan pengaruh apa-apa kalau ada 1 atau 2 orang yang gakRead More →

Ini tahun kedua belas saya tinggal di Manado. Untuk ukuran penempatan kerja, saya mungkin masuk kategori pekerja yang betah ditempatkan lama di satu tempat. Tiap saya menghitung total lama domisili saya, di situ kadang terselip doa, “Tuhan, kembalikan saya ke kampung halaman.” Tapi ya gak papa juga sih.. Manado. Daripada di Timbuktu. Jadi nih, semakin lama saya tinggal di Manado, semakin sensitif saya sama gempa bumi. Gempa skala menengah (sekitar 5 SR) hampir tiap bulan terjadi di sini. Dalam sebulan bisa saja tiap minggunya gempa. Dalam seminggu bisa saja tiap harinya gempa. Dalam sehari bisa saja gempanya 2 – 3 kali. Ini beneran. Saya pernahRead More →

Setiap orang punya momen ‘pertama kali’ melakukan sesuatu dan pengin mengenang momen itu sepanjang hidupnya. Seperti pada tulisan ini, ada banyak hal baru yang saya dapat saat dive trip di Ternate. SAC Makassar Reunion Trip – Destination Ternate, begitu judul perjalanan kami kali ini. ‘Reunion Trip’ karena tujuannya memang untuk ngumpulin kembali SACers yang sudah terpencar ke berbagai daerah di Indonesia dalam satu dive trip. Maka atas ide dari Arief Pattiiha diputuskanlah Ternate sebagai destinasi kali ini dengan total 4 hari (termasuk kedatangan dan keberangkatan) dari tanggal 17 sampai 20 April 2014. Arief yang memang domisili Ternate dengan baik hati bersedia jadi tuan rumah sekaligusRead More →

Jadi ceritanya di kantor saya nih lagi rame-ramenya geng motor. Gara-garanya bos kami di kantor memang penggemar motor besar (dan ketika saya bilang motor besar itu artinya motor dengan ukuran 150CC ke atas. Jelas bukan motor bebek atau matic). Setiap akhir pekan kami sekantor diajak touring dengan motor ke luar kota. Maka mulailah orang-orang di kantor pada beli motor besar dan membentuk geng motor kantor dengan nama Red Riders. Tadinya saya kira ini nama Tokusatsu atau metal heroes macam Kamen Rider. Gak kenal Kamen Rider? Ya udah berarti kita beda generasi. Lucunya ini gak mengubah pilihan transportasi penghuni kantor sehari-hari. Mereka yang tadinya ke kantorRead More →

Musim hujan tahun ini akan segera berganti panas. Tanah dan dedaunan basah segera menjadi pemandangan yang akan saya rindukan. Entah kapan lagi bisa menikmati halaman yang tergenang air, bebek yang buang kotoran di mana-mana setelah berkubang di pekarangan dan Daeng Malik yang sibuk membetulkan tenda terpal yang tertiup angin di depan rumahnya. Rumah kami tanpa pagar. Jalanan yang tidak begitu besar hanya terpisah selokan kecil dari pintu depan kami. Saking dekatnya, saya bisa mendengar bunyi rantai sepeda tukang sayur yang melintas setiap hari selepas adzan subuh. Jalanan kecil ini menghubungkan kami dengan jalan utama menuju daerah wisata Malino. Tidak seperti jalan utama, jalanan depan rumah kami lebihRead More →

Siapa sih yang gak suka dengan media dan jejaring sosial? Mereka yang bisa mengakses internet lewat komputer atau perangkat bergerak hampir semuanya suka dengan mainan ini. Gak suka pun, mereka setidaknya pernah dengar tentang media atau jejaring sosial. Media yang bisa bikin pemakainya ketagihan dan ketergantungan. Media sosial pertama saya adalah DevianArt di tahun 2002. Lalu blog ini di tahun 2004. Kemudian bermunculan layanan lain yang timbul dan tenggelam dengan sendirinya. Semuanya saya jajal satu-satu. Belakangan muncul jejaring sosial macam Friendster, lalu Facebook, Twitter, LinkedIn, Pinterest, Tumblr, Flickr, my space, instagram, google+, path dan lainnya yang gak bisa saya ingat lagi. Akun saya berceceran diRead More →

Sarwed, seorang kawan dari India mengabarkan bahwa dia sedang di Indonesia. Sarwed seorang pekerja jaringan telekomunikasi yang sedang bekerja sebagai karyawan sebuah operator di Singapura dan mencoba menghabiskan akhir pekannya di Manado. Sebagai sesama Telecom Engineer yang sering diskusi di sebuah forum online, saya menyempatkan diri untuk bertemu dan berbagi cerita. “How’s your life?” tanya saya sambil memesan kopi. Seperti obrolan-obrolan sebelumnya dari setiap kawan sesama Telecom Engineer dari belahan bumi lain, jawaban yang saya dengar tentang kehidupan mereka selalu sama. Mereka menganggap diri mereka adalah ironi, sebagai pekerja keras yang tangguh, ulet, rajin dan sangat total sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa ada kehidupan lainRead More →

Ayam kampus sering dikonotasikan sebagai pelaku ‘begituan’ sebagai pekerjaan di samping statusnya sebagai mahasiswi. Hampir semua orang yang mendengar kata ayam kampus langsung paham dengan konotasi ini. Entah dari mana istilah ini berasal, ayam kampus seakan menjadi bunga-bunga sekaligus aib bagi Universitas tempat mereka kuliah. Tulisan ini bukan tentang ayam kampus bertanda kutip. Ini tentang ayam kampus tanpa tanda kutip. Ayam kampung, dipotong, dibakar atau digoreng, dan dijual di warung makan beberapa meter dari salah satu universitas negeri di kota Manado. Saya dan teman-teman lebih suka menyebutnya ayam kampus Manado. Untuk bisa menemukan ayam kampus di Manado pun tidak mudah. Kebanyakan warung-warung yang ada hanyaRead More →