So I have this home espresso maker Delonghi Dedica EC680 series that comes with panarello wand. I can pull great shots of espresso, and produce good foam of milk. I know it’s hard to get a perfect micro foam out of the panarello wand so I removed the outer sleeve of the panarello wand leaving only the tip of the wand to work with. But after about 6 months, the rubber tip starts to disintegrate. My choice is to replace it with the new (exact same) panarello wand, or with another wand that fits. And than after some readings, I decided to replace it withRead More →

Salah satu cerpen Dee dalam Filosofi Kopi akhirnya membawa saya mengunjungi kedai Filosofi Kopi di dunia nyata. Kedai ini benar-benar ada. Dibuat dengan detail yang cukup akurat dengan apa yang ditulis Dee dalam bukunya. Seakan memasuki sebuah wahana teka-teki, saya penasaran menebak bagian mana dari kedai di Blok M, Jakarta, ini yang dititiskan dari buku, dari film, atau malah tidak dari dua-duanya? Saya sengaja datang cukup pagi, kira-kira pukul 11 sebelum jam istirahat orang kantoran. Lokasi kedai ini ternyata tidak mudah ditemukan, meskipun tertulis jelas di hasil pencarian peta: Blok M Square, daerah Melawai. Namun karena posisi kedai ini yang terjepit di antara jejeran toko,Read More →

Kalau misalnya minum kopi itu ibarat minum anggur, maka cappuccino adalah koktail favorit saya. Cappuccino adalah perpaduan kopi espresso dan susu yang bisa diminum. Kalau gak bisa diminum itu namanya kopususa (Papua: derita lo). Nah, cara membuat Cappuccino yang benar sederhana saja. Biji kopi yang baru digiling lalu diekstrak menjadi espresso, kemudian dicampur susu yang di-frothing dan disajikan hangat. Untuk apa? diminum. Whole Beans atau Ground? Kenapa kopinya harus yang baru digiling (grind)? Karena ini penting banget untuk dapat hasil espresso yang baik. Kopi yang mau kita proses sebaiknya yang masih biji (beans) dan baru disangrai (roast) tidak lebih dari 2 minggu. Biji kopi inilahRead More →