Blog Diving Traveling

Coral Triangle – Menguak Surga Bawah Laut Sulawesi Selatan

takabonerate

Indonesia adalah negara yang terkenal sebagai kawasan pusat biodiversitas kelautan yang sangat potensial. Jumlah dan varietas biota laut dan terumbu karangnya sangat luar biasa. Mencakup sekitar 20% formasi terumbu karang di bumi, Indonesia dikenal sebagai daerah segitiga emas terumbu karang (coral triangle). Dan ketika kita berbicara mengenai coral triangle, maka kita berbicara mengenai kawasan timur Indonesia.

coral triangle

The World Coral Triangle

Saya adalah penyelam berlisensi A2 CMAS. Aktifitas menyelam ini menjadi hobi saya di sela-sela kesibukan kantor sejak empat tahun lalu. Seakan menjadi obsesi, hal pertama yang akan saya cari setiap kali mengunjungi suatu daerah adalah potensi lokasi penyelamannya. Dua tahun terakhir, saya kembali ke kampung halaman saya di kota Makassar karena urusan pekerjaan. Itulah kali pertama saya menyelam di laut Sulawesi Selatan. Dan semenjak itu, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk jatuh cinta dengan lautnya.

Laut Sulawesi Selatan adalah surga. Fakta bahwa Sulawesi Selatan sangat jarang dianggap sebagai daerah wisata selam terbaik di Indonesia adalah sangat mengherankan, mengingat kawasan ini masuk ke dalam formasi world coral triangle. Terlebih lagi, Sulawesi Selatan mempunyai setidaknya tiga lokasi wisata laut yang spektakuler: Spermonde, Bira dan Selayar-Taka Bonerate.

Spermonde Archipelago

Spermonde Archipelago

Spermonde Archipelago Sulawesi Selatan

Spermonde Archipelago adalah gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar. Keberadaan pulau-pulau ini lah yang menjadi potensi wisata bawah laut Sulawesi Selatan. Pulau Samalona, Kodingareng Keke, Lanyukan hingga Kapoposang semuanya adalah diving spot yang istimewa.

Kebanyakan tipe pulau di Spermonde adalah pulau koral (atol). Bagi kebanyakan penggiat selam rekreasi seperti saya, atol adalah lokasi yang sangat nyaman untuk menyelam. Terlebih lagi, pulau-pulau ini sangat mudah diakses dengan hanya menyewa kapal tradisional bermesin tempel dari dermaga di Makassar. Harga untuk transportasi dengan kapal bervariasi dari Rp 20.000 untuk sekali menyeberang ke pulau Gusung hingga Rp 2.000.000 untuk sampai ke pulau terjauh.

Dive center tersedia di beberapa tempat sekitar dermaga depan benteng Rotterdam. Harga untuk sekali perjalanan penyelaman sangat terjangkau, Rp 50.000 hingga Rp 500.000.

Kawasan Spermonde sangat kaya dengan biota laut tropis. Di pulau Gusung, pulau terdekat dari pantai Makassar terkenal dengan tipe penyelaman berlumpur (muck dive). Nudibranch adalah biota andalan di lokasi ini. Di pulau Samalona, formasi terumbu karang dan bangkai kapal perang Jepang yang karam menjadi rumah istimewa bagi bermacam biota laut. Pulau Kodingareng dan pulau Badi’ menyajikan wisata bawah laut dengan perairan sedikit lebih dalam. Lebih jauh adalah pulau Kapoposang yang menjadi pulau favorit saya. Titik penyelamannya kebanyakan berupa dinding (wall) dan tebing (drop off) dengan daerah berarus. Daerah ini banyak di huni oleh ikan-ikan besar seperti tuna, hiu dan sesekali mamalia laut seperti lumba-lumba atau bahkan paus yang melintas.

Spermonde menjadi destinasi penyelaman favorit saya di Sulawesi Selatan dengan segala kemudahan akses dan keistimewaannya.

Bira

Pulau Kambing

Pulau Kambing, Bira.

Bira terletak di ujung bawah sebelah tenggara Sulawesi Selatan. Di sini, ciri khasnya adalah perairan dalam dan berarus kuat. Daerah ini sangat terkenal dengan biota laut berukuran besar. Titik penyelaman favorit saya adalah pulau Kambing dan Shark Point. Pulau kambing menyajikan dinding dan tebing bawah laut yang curam dengan kedalaman sekitar 70 meter. Arus di pulau Kambing cukup kuat dan lebih ditujukan untuk penyelam dengan jam selam yang tinggi. Sementara Shark Point -seperti namanya- menyajikan pemandangan biota pelagik khas laut dalam seperti trevalli, tuna dan tentu saja hiu. Beberapa waktu terakhir bahkan ditemukan ikan manta (pari raksasa) di perairan ini.

Keunggulan Bira dibanding kebanyakan lokasi penyelaman lain di Indonesia adalah orisinalitasnya. Penyelaman di tempat ini tidak dalam jumlah signifikan sepanjang tahun. Karena lokasi Bira yang berada di ujung selatan pulau Sulawesi, maka waktu penyelaman terbaik biasanya hanya pada bulan Oktober-Maret. Kondisi perairan dan titik penyelaman yang jauh dari jamahan manusia menjadikan koral dan kehidupan biota lautnya sangat fantastis.

Potensi wisata Bira bukan hanya di bawah laut. Kawasan ini juga terkenal dengan pasir putih yang membentang di sepanjang pantainya. Resort dan penginapan mudah didapatkan. Pengelolaannya menjadikan kawasan ini sangat ideal sebagai tempat rekreasi keluarga.

Selayar dan Taka Bonerate

takabonerate

Takabonerate

Kabupaten Selayar, terutama kawasan kecamatan Taka Bonerate adalah taman nasional dengan kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Setiap tahun diselenggarakan kegiatan festival kelautan di sini. Pulau-pulau di daerah Selayar dan Taka Bonerate tersebar hingga areal seluas 220,000 hektar di laut flores.

Di Selayar dan Taka Bonerate, Wall diving adalah ciri khas penyelamannya. Jarak pandang di dalam air biasanya hingga 30 meter, jarak pandang yang sangat jarang bisa didapati di perairan lain. Pemandangan laut seperti barracuda, trevally, marlin, tuna dan beberapa spesies hiu dan pari sangat mudah ditemukan di sini. Menyelam di Taka Bonerate seakan menyelam di laut milik pribadi. Hening dan luar biasa indah.

Jangan tanyakan terumbu karangnya. Sejauh ini sudah teridentifikasi lebih dari 250 jenis terumbu karang di kawasan ini. Semuanya relatif masih dalam kondisi sehat dan utuh. Terumbu karang inilah yang menjadi rumah favorit berbagai biota laut. Potensi laut yang spektakuler ini terdapat hampir di semua pulau di kawasan Taka Bonerate.

Semakin orisinil sebuah kawasan perairan yang menjadi daerah penyelaman, semakin berharga kawasan tersebut. Potensi inilah yang dimiliki oleh Selayar dan Taka Bonerate. Dan dengan semua keistimewaannya, kawasan ini menjadi destinasi wisata laut terbaik di Sulawesi Selatan.

Coral Triangle of South Sulawesi

coral triangle of south sulawesi

Coral Triangle of South Sulawesi

Saya sangat senang melabeli tiga lokasi di atas sebagai coral triangle of South Sulawesi. Bahwa Sulawesi Selatan juga punya kekayaan surga terumbu karang yang luar biasa. Bukan hanya karena lokasinya yang membentuk segi tiga, tapi karena ketiganya mampu mewakili potensi laut Sulawesi Selatan.

Masyarakat Sulawesi Selatan sangat terkenal sebagai pelaut ulung sejak dulu. Laut menjadi sumber penghidupan dan mata pencarian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Fakta-fakta ini membuktikan potensi kelautan Sulawesi Selatan yang sangat spektakuler.

Sayangnya pada beberapa penyelaman yang saya lakukan, masih sering saya dapati terumbu karang yang rusak oleh aksi penangkapan ikan dengan bom. Beberapa kali bahkan saya mendengar sendiri dentuman bom ketika sedang menyelam. Kesadaran nelayan di Sulawesi Selatan untuk menjaga kelestarian ekosistem masih belum memuaskan. Kekhawatiran nelayan akan minimnya hasil tangkapan menjadi alasan. Di sinilah diharapkan adanya peran serta semua elemen pecinta bahari untuk memberikan edukasi. Bahwa ketika ekosistem laut terjaga, hasil tangkapan akan berlimpah. Di samping itu, potensi wisata bahari bisa semakin bekembang.

Memberdayakan masyarakat pesisir sebagai pelaku dalam industri wisata bahari bisa menjadi metode yang sangat efektif dalam memelihara konservasi laut. Selain sebagai nelayan, masyarakat pesisir bisa menjadi penyedia penginapan bagi para penyelam, penyedia transportasi perahu, konsumsi, dive guide atau secara profesional sebagai operator penyelaman. Bukan untuk mengeksploitasi, tapi menjaga konservasi.

Keindahan dan kelestarian laut adalah kekayaan tak ternilai. Sebagai penyelam, saya sangat berhati-hati ketika akan menyentuh sesuatu saat menyelam. Melukai terumbu karang, Memindah-mindahkan batu bahkan mengganggu kerumunan ikan hanya akan menimbulkan rasa bersalah. Betapa hancur dan sedihnya hati ini menyaksikan pemandangan terumbu karang yang rusak dan tampak tidak “berpenghuni” karena pengeboman oleh nelayan pencari ikan.

Sering saya mendengar celutukan sahabat, suatu saat nanti wisata bahari Sulawesi Selatan akan bersanding sejajar dengan nama-nama besar seperti Raja Ampat atau Bunaken. Dan saya tidak bisa lebih setuju lagi.

9 Comments

  1. wow.. ulasan yang sangat lengkap, menarik dan makin menguatkan keinginanku untuk belajar nyelam. Makasih sharingnya :).

  2. Ayo diving di Sulawesi Selatan.. Dijamin mantap. Panggil2 ya klo mau nyemplung bareng.

  3. tulisannya bagus kakak ucha.. nambah wawasan dan nambah keinginan untuk wisata 😀

  4. wow… tulisannya mantap kk, kerennn
    semoga menanggg
    aaamiinn 😀

  5. Mac Roove

    Complete infonya, musim ombak sudah berlalu good time for nyemplung. . backroll or giant step….yuks(maksudnya menunggu diajak Pak Ucha···:)

  6. Ayuk.. kita nyemplung bareng.

  7. Suka dua paragraf terakhir… :p

  8. Terimakasih..
    Dua paragraf terakhir itu sebenarnya curcol. Hihihii

  9. Picture yang keren bung,,, serta sorotan masalah yang memukau! nice blog! hit me back yo!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.