<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>Ucha Weblog</title> <atom:link href="http://ucha-weblog.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://ucha-weblog.com</link> <description>Perjalanan Hari Ini</description> <lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 07:25:11 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator><meta
xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex,follow" /> <item><title>8-8-8 Movement On The Go</title><link>http://ucha-weblog.com/8-8-8-movement/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/8-8-8-movement/#comments</comments> <pubDate>Thu, 03 May 2012 07:31:27 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Family]]></category> <category><![CDATA[8-8-8 Movement]]></category> <category><![CDATA[jam kerja]]></category> <category><![CDATA[pekerja kantoran]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=1260</guid> <description><![CDATA[Sebagai pekerja kantoran, setiap hari saya biasanya berangkat ke kantor sebelum pukul 8 pagi dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 9 malam. Kira-kira sekitar 12-13 jam berada jauh dari rumah dan keluarga. Dulunya ini adalah kebiasaan masa bujang. Pergi pagi pulang malam bukan masalah. Pulang ke rumah lebih awal pun buat apa. Lagipula pada saat itu siapa yang peduli? Tapi kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. Bahkan sampai saya berkeluarga dan punya 2 orang anak. Kemudian saya mengalami semacam proses menerobos waktu. Semua terjadi sangat cepat. Shofy, anak saya yang pertama sudah bisa belanja jajanan sendiri ke warung. Syifa, si [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/8-8-8-movement/">8-8-8 Movement On The Go</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai pekerja kantoran, setiap hari saya biasanya berangkat ke kantor sebelum pukul 8 pagi dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 9 malam. Kira-kira sekitar 12-13 jam berada jauh dari rumah dan keluarga. Dulunya ini adalah kebiasaan masa bujang. Pergi pagi pulang malam bukan masalah. Pulang ke rumah lebih awal pun buat apa. Lagipula pada saat itu siapa yang peduli? Tapi kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. Bahkan sampai saya berkeluarga dan punya 2 orang anak.</p><div
id="attachment_1264" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/05/888-movement.jpg"><img
class="size-medium wp-image-1264" title="888 movement" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/05/888-movement-300x225.jpg" alt="888 movement" width="300" height="225" /></a><p
class="wp-caption-text">888 movement</p></div><p>Kemudian saya mengalami semacam proses menerobos waktu. Semua terjadi sangat cepat. Shofy, anak saya yang pertama sudah bisa belanja jajanan sendiri ke warung. Syifa, si bungsu mulai lancar berbicara. Semuanya seakan terjadi hanya dalam hitungan pekan. Hal terakhir yang masih segar di ingatan saya adalah melihat mereka menangis di gendongan suster yang membantu persalinan istri saya. Entah kapan mereka belajar ini itu.</p><p>Lalu akhirnya saya mulai sadar, bahwa terlalu banyak waktu yang saya habiskan tanpa keluarga. Selain akhir pekan dan liburan, praktis saya hanya menggunakan sekitar 2-3 jam berinteraksi dengan keluarga setiap harinya. Saya kehilangan momen berharga saat Ummi menyuapi keduanya bergantian, atau saat Shofy dan Syifa belajar berjalan untuk pertama kalinya sambil tertatih, atau saat keduanya bertengkar berebut mainan. Dan biasanya hampir setiap hari sepulang kantor, salah satu atau keduanya sudah tidur. Saya lagi-lagi kehilangan momen mengantar mereka tidur.</p><p>Saya coba realistis. Dengan jumlah jam kerja saya yang 12 jam sehari, produktifitas kerja saya ternyata tidak selalu lebih bagus daripada mereka yang bekerja 8 jam sehari. Lebih jauh lagi, bahkan dibanding mereka yang bekerja paruh waktu. Beberapa penelitian menunjukkan, bekerja dengan jam yang panjang akan memiliki efek yang buruk terhadap prestasi kerja. Pun, penelitian tentang kesejahteraan dan jam kerja menunjukkan bahwa semakin lama jam kerja, semakin menurun produktivitas karyawan.</p><p><div
id="attachment_1265" class="wp-caption alignright" style="width: 193px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/05/8-hours-melbourne.jpg"><img
class="size-full wp-image-1265 " title="8 hours melbourne" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/05/8-hours-melbourne.jpg" alt="" width="183" height="275" /></a><p
class="wp-caption-text">8 Hours Melbourne Monument</p></div><br
/> Di satu sisi, sebagai kepala keluarga, orang biasanya akan bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi untuk perusahaan tempatnya bekerja. Implikasinya adalah demi memenuhi kebutuhan keluarga. Namun di sisi lain, keluarga butuh kehadiran si kepala keluarga secara konkret. Dan ini yang biasanya menjadi masalah bagi pekerja kantoran seperti saya.</p><p>Sepertinya saya akan mulai mengadopsi prinsip 8-8-8. 8 jam bekerja, 8 jam istirahat dan 8 jam waktu untuk keluarga. Hal yang secara sosiokultural sepertinya sangat sulit diimplementasi di dunia kerja Indonesia, di mana para pekerja biasanya bekerja 12-15 jam sehari. Tapi kenapa tidak dicoba? toh buat saya bekerja 8 jam atau 12 jam tidak berpengaruh langsung ke salary dan karir.</p><p>Gerakan ini, <strong>8-8-8 movement</strong> bahkan sudah membudaya di negeri seberang sana, Melbourne, Australia. Selepas pukul 17:00, yang bisa anda saksikan adalah para pekerja kantor yang memenuhi transportasi publik dan pulang ke rumah. Dan di malam hari, jalanan akan terasa sepi. Hampir tidak ada mobil lalu lalang dan kebanyakan penduduknya sudah di rumah masing-masing. Bandingkan dengan situasi malam di Jakarta. Phew.. Kalau pun mereka lembur di malam hari, alih-alih menghitungnya sebagai tambahan penghasilan, jam lembur itu mereka kumpulkan untuk dikonversi menjadi hari cuti. Sebegitu berharganya waktu bersama keluarga buat mereka.</p><p>Hal yang mungkin lebih pasti adalah bahwa dengan mengalokasikan lebih banyak waktu buat keluarga, maka semakin baik buat saya. Rugi rasanya kehilangan setiap detik berharga bersama anak-anak.</p><p>My lil kids, are you ready for some bumbling balloon?</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/8-8-8-movement/">8-8-8 Movement On The Go</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>monument 888 movements di melbourne, prinsip kerja 888 australia]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/8-8-8-movement/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> <item><title>Bunaken dan Lembeh &#8211; Dua Sejoli Wisata Selam Sulawesi Utara</title><link>http://ucha-weblog.com/bunaken-dan-lembeh-dua-sejoli-wisata-selam-sulawesi-utara/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/bunaken-dan-lembeh-dua-sejoli-wisata-selam-sulawesi-utara/#comments</comments> <pubDate>Thu, 12 Apr 2012 02:21:21 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Travelling]]></category> <category><![CDATA[bunaken]]></category> <category><![CDATA[diving]]></category> <category><![CDATA[lembeh]]></category> <category><![CDATA[manado]]></category> <category><![CDATA[travelling]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=1233</guid> <description><![CDATA[Bunaken Dive Trip &#8211; Cuaca cerah, langit biru dan hamparan awan putih mengiringi penerbangan saya hari itu. Penerbangan Makassar-Manado yang ditempuh dalam 1 jam 30 menit kali ini terasa lebih lama. Rasa penasaran dan antusias akan pesona biota laut dan terumbu karang yang dipadu keheningan bawah laut Bunaken sudah sangat membayangi. Sesekali saya melirik jam tangan yang seakan berdetak lebih lambat dari biasanya. Hingga ketika pramugari memberi informasi tanda akan mendarat, saya tidak bisa lebih gembira lagi. Saya berangkat dari Makassar langsung ke Manado. La Rascasse Resort jadi tempat saya menginap selama 5 hari 4 malam. Penginapan yang berlokasi hanya [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/bunaken-dan-lembeh-dua-sejoli-wisata-selam-sulawesi-utara/">Bunaken dan Lembeh &#8211; Dua Sejoli Wisata Selam Sulawesi Utara</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bunaken Dive Trip</strong> &#8211; Cuaca cerah, langit biru dan hamparan awan putih mengiringi penerbangan saya hari itu. Penerbangan Makassar-Manado yang ditempuh dalam 1 jam 30 menit kali ini terasa lebih lama. Rasa penasaran dan antusias akan pesona biota laut dan terumbu karang yang dipadu keheningan bawah laut Bunaken sudah sangat membayangi. Sesekali saya melirik jam tangan yang seakan berdetak lebih lambat dari biasanya. Hingga ketika pramugari memberi informasi tanda akan mendarat, saya tidak bisa lebih gembira lagi.</p><p><div
id="attachment_1248" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/BUnaken.jpg"><img
class="size-full wp-image-1248" title="Bunaken" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/BUnaken.jpg" alt="Bunaken" width="300" height="168" /></a><p
class="wp-caption-text">Bunaken</p></div>Saya berangkat dari Makassar langsung ke Manado. La Rascasse Resort jadi tempat saya menginap selama 5 hari 4 malam. Penginapan yang berlokasi hanya beberapa kilometer dari garis batas kota Manado ini benar-benar memberikan kenyamanan yang pas untuk penyelam. Udara yang bersih, tenang dan <em>dive-crew</em>nya sangat cekatan.</p><p>Pemandangan pulau Bunaken dengan laut biru dari jendela kamar di La Rascasse Resort membuat rasa lelah sepanjang perjalanan sirna seketika. Setelah santap siang dan bertemu dengan beberapa rombongan diver lain, <em>check dive</em> langsung kami lakukan sore itu. Selain sebagai penyelaman &#8220;selamat datang&#8221;, check dive diperlukan untuk memastikan semua peralatan dan sarana penunjang penyelaman berfungsi dengan baik. Check dive kami lakukan di House Reef, hanya 5 menit perjalanan dengan long boat tepat di belakang resort kami. Hari sudah menjelang malam ketika check dive selesai kami lakukan. Puas, kami tidak sabar menunggu besok.</p><h2>Eksplorasi Bunaken</h2><p>Kapal kami dipacu membelah perairan menuju pulau <em>Bunaken</em>. Jarak Manado-<span
style="text-decoration: underline;">Bunaken</span> hanya 18 kilometer dan bisa ditempuh dalam 30 menit. Dari kapal kami menyaksikan daratan kota Manado yang tampak semakin jauh. Gunung Klabat dan gunung Lokon menjulang kokoh berdampingan. Semburat asap membumbung tipis dari puncak gunung Lokon. Menegaskan kondisi gunung Lokon yang masih berstatus waspada setelah meletus beberapa pekan sebelum kami tiba. Di hadapan kami, pulau Bunaken dan Manado Tua menunggu. Sesi oles-mengoles pun dimulai. Sun block, sun cream dan segala jenis pelindung dari UVA dan UVB keluar dari dry-bag masing-masing. Dan sebelum kami puas bermake-up ria, kami sudah tiba di Bunaken.</p><p>Sebuah menara pemancar tampak sangat jelas di atas bukit di tengah pulau Bunaken. Signal bar di ponsel kami penuh. “Uyeah.. Bunaken! Finally I’m here,” tulis saya di jejaring twitter sambil mengupload foto narsis yang diikuti oleh reply dan mention penuh celaan dari follower. Telkomsel adalah satu-satunya operator yang memasang BTS di pulau ini untuk mengcover para pengunjung di Bunaken.</p><p>&#8220;GEAR UP, Buddies!&#8221; teriak Simon, dive master yang mendampingi kami dalam trip Bunaken ini sambil memberi briefing mengenai dive spot yang akan kami selami di Bunaken. Dengan antusias kami menuju buritan kapal. Mengenakan dive gear yang sudah dipersiapkan dengan baik oleh kru kapal. Penyelaman hari itu di mulai di Fukui point, dive spot yang diberi nama sesuai nama penemunya yang adalah orang Jepang. Fukui point menyajikan penyelaman yang agak berbeda dibanding dive spot lainnya di Bunaken. Bukan berupa dinding terjal, Fukui lebih berupa dasar laut landai (slope) dengan sedikit tebing (steep drops). Sangat tepat sebagai dive spot pembuka acara penyelaman kami hari itu. Dengan kedalaman 5-30 meter dan visibility 10-20m, Fukui menawarkan pemandangan 5 Tridacna Giant Clams, White-spotted Moray Eel dan Napoleon Wrasse yang sangat mudah ditemukan di lokasi ini.</p><div
id="attachment_1243" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Bunaken-Lekuan.jpg"><img
class="size-full wp-image-1243" title="Bunaken Lekuan" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Bunaken-Lekuan-e1334198309412.jpg" alt="Bunaken Lekuan" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Giant Sea Turtle di Bunaken</p></div><p>Setelah <em>surface interval</em> selama sekitar 1 jam di pulau Bunaken, penyelaman selanjutnya kami lakukan di Lekuan 2 selama sekitar 50 menit. Dengan dinding tebing (wall) yang curam seakan tak berdasar, yang dapat kami lihat ketika menengok ke bawah hanya biru gelap yang dramatis. Kemampuan mengontrol daya apung (bouyancy) mutlak diperlukan. Keindahan wallnya sangat spektakuler. 200 bar isi tangki rasanya tidak cukup untuk bisa memuaskan rasa kagum kami selama menyelam. Pemandangan wall dengan gua dan patahan di beberapa sisi benar-benar memukau. Anda harus sering melirik ke dive-computer untuk menjaga kedalaman selam, atau anda bisa tiba-tiba berada di kedalaman 45m sebelum anda sadar. Spesies andalan di Lekuan-2 adalah Giant Sea Turtle dan Bump-Headed Parrotfish. Lionfish dan Scorpionfish juga mudah ditemukan di celah-celah karang. Setidaknya ada 10 Giant Sea Turtle di spot ini saja. Dan beberapa spesies jantannya bahkan berukuran luar biasa besar dengan diameter hingga 6m. Saya beruntung bertemu beberapa Sea Turtle ini.</p><p>Keindahan laut Manado bukan hanya di Bunaken. Bahkan di Boboca Point, titik penyelaman yang berada dekat dengan bibir pantai Manado tidak kalah fantastisnya. Kami sempat menjajal titik penyelaman ini di malam hari (night dive). Beberapa biota seperti Sand Ray, Mimic Octupos, Moray Eel dan Peacock Mantis Shrimp tertangkap sorotan senter kami dalam kegelapan malam.</p><h2>Selat Lembeh dan Surga Muck Dive</h2><div
id="attachment_1246" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Pigmy-Seahorse.jpg"><img
class="size-full wp-image-1246 " title="Pygmy Seahorse di Lembeh" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Pigmy-Seahorse-e1334198919778.jpg" alt="Pygmy Seahorse di Lembeh" width="300" height="199" /></a><p
class="wp-caption-text">Pygmy Seahorse di Lembeh</p></div><p>Selat Lembeh secara umum diakui sebagai ibukota ‘muck dive&#8217; di dunia, dan menawarkan apa yang hanya dapat digambarkan sebagai penyelaman makro. Penyelaman di Lembeh didominasi oleh dasar laut berpasir hitam dan berlumpur, lokasi yang merupakan ekosistem bagi berbagai makhluk dan kehidupan laut yang “aneh-aneh” dan mungkin tidak akan ditemukan di tempat lain. Hanya berjarak 20 menit dari bibir pelabuhan ikan Bitung, selat Lembeh sangat mudah diakses. Lokasinya yang berada di antara dua pulau berbukit membuat perjalanan laut kami sangat nyaman. Semilir angin, laut tanpa ombak dan beberapa pulau karang kecil di tengah selat. Sempurna.</p><p>Nudi Retreat, Jahir-2 dan Nudi Falls adalah 3 dive spot yang sempat kami eksplorasi di hari ketiga. Kamera underwater adalah benda wajib yang harus dibawa bila ingin benar-benar menikmati penyelaman di Lembeh. Dan berhubung saya tidak punya kamera, maka tugas saya adalah berburu biota untuk ditunjukkan pada para pemegang kamera.</p><div
id="attachment_1250" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Frogfish.jpg"><img
class="size-full wp-image-1250 " title="Frogfish di Lembeh" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Frogfish-e1334200478594.jpg" alt="Frogfish di Lembeh" width="300" height="240" /></a><p
class="wp-caption-text">Frogfish di Lembeh</p></div><p>Kami benar-benar beruntung. Hampir semua target biota buruan bisa kami temukan. Di Nudi Retreat, dive spot dengan coral di kedalaman 5m dan bentangan dua buah wall dengan dasar pasir hitam hingga 28m, kami bertemu si mungil Pigmy Seahorse dan si cantik Chromodoris. Di Jahir-2, kami berhasil bertemu Hairy Frog Fish, Flounder Fish dan Flamboyan Cuttelfish. Dan di Nudi Falls, 1 dari 3 dive spot terpopuler di Lembeh, Rhinopias dan Herlequin Shrimps sesekali mengintip kami dari celah karang. Semuanya belum termasuk puluhan Nudibranch berbagai jenis yang tersebar di seluruh lokasi.</p><h2>The Moment of Truth : Decompression Stop</h2><div
id="attachment_1245" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Decompression-Stop.jpg"><img
class="size-full wp-image-1245 " title="Decompression Stop" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/04/Decompression-Stop-e1334198741603.jpg" alt="Decompression Stop" width="300" height="357" /></a><p
class="wp-caption-text">Decompression Stop di Bunaken</p></div><p>8 penyelaman dalam 3 hari belum membuat saya puas. Di hari ke empat, kami masih berkesempatan menjajal kembali Bunaken di dive spot yang berbeda. Kami memilih Mandolin Point dan Lekuan-3. Mandolin Point terkenal dengan “Narc Zone” atau zona narcosis. Zona di kedalaman 30-50 meter di bawah permukaan laut. Dinamakan demikian karena di zona itulah justru pesona andalan dive spot ini. Berhubung dalam rombongan hanya saya yang memegang lisensi penyelaman dalam, saya tidak ingin mengambil</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/bunaken-dan-lembeh-dua-sejoli-wisata-selam-sulawesi-utara/">Bunaken dan Lembeh &#8211; Dua Sejoli Wisata Selam Sulawesi Utara</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>penginapan bunaken, spot selam selat lembeh, bunaken, la rascasse divers manado, beberapa nama patahan di sulawesi, penginapan di lembeh, penyelam, selam sulawesi, situasi terkini gunung klabat, tampak dalam laut manado, tempat menyelam bunaken lembeh, tour ke bunaken dlm 1 hari]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/bunaken-dan-lembeh-dua-sejoli-wisata-selam-sulawesi-utara/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Coral Triangle &#8211; Menguak Surga Bawah Laut Sulawesi Selatan</title><link>http://ucha-weblog.com/coral-triangle-menguak-surga-bawah-laut-sulawesi-selatan/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/coral-triangle-menguak-surga-bawah-laut-sulawesi-selatan/#comments</comments> <pubDate>Wed, 28 Mar 2012 10:04:22 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[Travelling]]></category> <category><![CDATA[Coral Triangle]]></category> <category><![CDATA[Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=1172</guid> <description><![CDATA[Indonesia adalah negara yang terkenal sebagai kawasan pusat biodiversitas kelautan yang sangat potensial. Jumlah dan varietas biota laut dan terumbu karangnya sangat luar biasa. Mencakup sekitar 20% formasi terumbu karang di bumi, Indonesia dikenal sebagai daerah segitiga emas terumbu karang (coral triangle). Dan ketika kita berbicara mengenai coral triangle, maka kita berbicara mengenai kawasan timur Indonesia. Saya adalah penyelam berlisensi A2 CMAS. Aktifitas menyelam ini menjadi hobi saya di sela-sela kesibukan kantor sejak empat tahun lalu. Seakan menjadi obsesi, hal pertama yang akan saya cari setiap kali mengunjungi suatu daerah adalah potensi lokasi penyelamannya. Dua tahun terakhir, saya kembali ke [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/coral-triangle-menguak-surga-bawah-laut-sulawesi-selatan/">Coral Triangle &#8211; Menguak Surga Bawah Laut Sulawesi Selatan</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia adalah negara yang terkenal sebagai kawasan pusat biodiversitas kelautan yang sangat potensial. Jumlah dan varietas biota laut dan terumbu karangnya sangat luar biasa. Mencakup sekitar 20% formasi terumbu karang di bumi, Indonesia dikenal sebagai daerah segitiga emas terumbu karang (coral triangle). Dan ketika kita berbicara mengenai coral triangle, maka kita berbicara mengenai kawasan timur Indonesia.</p><div
id="attachment_1187" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/coral-triangle1.jpg"><img
class="size-full wp-image-1187" title="coral triangle" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/coral-triangle1-e1332329366786.jpg" alt="coral triangle" width="400" height="190" /></a><p
class="wp-caption-text">The World Coral Triangle</p></div><p>Saya adalah penyelam berlisensi A2 CMAS. Aktifitas menyelam ini menjadi hobi saya di sela-sela kesibukan kantor sejak empat tahun lalu. Seakan menjadi obsesi, hal pertama yang akan saya cari setiap kali mengunjungi suatu daerah adalah potensi lokasi penyelamannya. Dua tahun terakhir, saya kembali ke kampung halaman saya di kota Makassar karena urusan pekerjaan. Itulah kali pertama saya menyelam di laut Sulawesi Selatan. Dan semenjak itu, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk jatuh cinta dengan lautnya.</p><p>Laut Sulawesi Selatan adalah surga. Fakta bahwa Sulawesi Selatan sangat jarang dianggap sebagai daerah wisata selam terbaik di Indonesia adalah sangat mengherankan, mengingat kawasan ini masuk ke dalam formasi <em>world coral triangle</em>. Terlebih lagi, Sulawesi Selatan mempunyai setidaknya tiga lokasi wisata laut yang spektakuler: Spermonde, Bira dan Selayar-Taka Bonerate.</p><h2>Spermonde Archipelago</h2><div
id="attachment_1177" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/spermonde.jpg"><img
class="size-full wp-image-1177 " title="Spermonde Archipelago" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/spermonde-e1332327798801.jpg" alt="Spermonde Archipelago" width="300" height="236" /></a><p
class="wp-caption-text">Spermonde Archipelago Sulawesi Selatan</p></div><p><em>Spermonde Archipelago</em> adalah gugusan pulau-pulau kecil di sepanjang garis pantai perairan Makassar. Keberadaan pulau-pulau ini lah yang menjadi potensi wisata bawah laut Sulawesi Selatan. Pulau Samalona, Kodingareng Keke, Lanyukan hingga Kapoposang semuanya adalah <em>diving spot</em> yang istimewa.</p><p>Kebanyakan tipe pulau di Spermonde adalah pulau koral (atol). Bagi kebanyakan penggiat selam rekreasi seperti saya, atol adalah lokasi yang sangat nyaman untuk menyelam. Terlebih lagi, pulau-pulau ini sangat mudah diakses dengan hanya menyewa kapal tradisional bermesin tempel dari dermaga di Makassar. Harga untuk transportasi dengan kapal bervariasi dari Rp 20.000 untuk sekali menyeberang ke pulau Gusung hingga Rp 2.000.000 untuk sampai ke pulau terjauh.</p><p><em>Dive center</em> tersedia di beberapa tempat sekitar dermaga depan benteng Rotterdam. Harga untuk sekali perjalanan penyelaman sangat terjangkau, Rp 50.000 hingga Rp 500.000.</p><p>Kawasan Spermonde sangat kaya dengan biota laut tropis. Di pulau Gusung, pulau terdekat dari pantai Makassar terkenal dengan tipe penyelaman berlumpur (muck dive). Nudibranch adalah biota andalan di lokasi ini. Di pulau Samalona, formasi terumbu karang dan bangkai kapal perang Jepang yang karam menjadi rumah istimewa bagi bermacam biota laut. Pulau Kodingareng dan pulau Badi&#8217; menyajikan wisata bawah laut dengan perairan sedikit lebih dalam. Lebih jauh adalah pulau Kapoposang yang menjadi pulau favorit saya. Titik penyelamannya kebanyakan berupa dinding (wall) dan tebing (drop off) dengan daerah berarus. Daerah ini banyak di huni oleh ikan-ikan besar seperti tuna, hiu dan sesekali mamalia laut seperti lumba-lumba atau bahkan paus yang melintas.</p><p>Spermonde menjadi destinasi penyelaman favorit saya di Sulawesi Selatan dengan segala kemudahan akses dan keistimewaannya.</p><h2>Bira</h2><div
id="attachment_1200" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/bira1.jpg"><img
class="size-full wp-image-1200 " title="Pulau Kambing" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/bira1-e1332917500260.jpg" alt="Pulau Kambing" width="300" height="225" /></a><p
class="wp-caption-text">Pulau Kambing, Bira.</p></div><p>Bira terletak di ujung bawah sebelah tenggara Sulawesi Selatan. Di sini, ciri khasnya adalah perairan dalam dan berarus kuat. Daerah ini sangat terkenal dengan biota laut berukuran besar. Titik penyelaman favorit saya adalah pulau Kambing dan Shark Point. Pulau kambing menyajikan dinding dan tebing bawah laut yang curam dengan kedalaman sekitar 70 meter. Arus di pulau Kambing cukup kuat dan lebih ditujukan untuk penyelam dengan jam selam yang tinggi. Sementara Shark Point -seperti namanya- menyajikan pemandangan biota pelagik khas laut dalam seperti trevalli, tuna dan tentu saja hiu. Beberapa waktu terakhir bahkan ditemukan ikan manta (pari raksasa) di perairan ini.</p><p>Keunggulan Bira dibanding kebanyakan lokasi penyelaman lain di Indonesia adalah orisinalitasnya. Penyelaman di tempat ini tidak dalam jumlah signifikan sepanjang tahun. Karena lokasi Bira yang berada di ujung selatan pulau Sulawesi, maka waktu penyelaman terbaik biasanya hanya pada bulan Oktober-Maret. Kondisi perairan dan titik penyelaman yang jauh dari jamahan manusia menjadikan koral dan kehidupan biota lautnya sangat fantastis.</p><p>Potensi wisata Bira bukan hanya di bawah laut. Kawasan ini juga terkenal dengan pasir putih yang membentang di sepanjang pantainya. Resort dan penginapan mudah didapatkan. Pengelolaannya menjadikan kawasan ini sangat ideal sebagai tempat rekreasi keluarga.</p><h2>Selayar dan Taka Bonerate</h2><div
id="attachment_1205" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/takabonerate.jpg"><img
class="size-full wp-image-1205" title="takabonerate" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/takabonerate-e1332924806225.jpg" alt="takabonerate" width="300" height="200" /></a><p
class="wp-caption-text">Takabonerate</p></div><p>Kabupaten Selayar, terutama kawasan kecamatan Taka Bonerate adalah taman nasional dengan kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Setiap tahun diselenggarakan kegiatan festival kelautan di sini. Pulau-pulau di daerah Selayar dan Taka Bonerate tersebar hingga areal seluas 220,000 hektar di laut flores.</p><p>Di Selayar dan Taka Bonerate, <em>Wall diving</em> adalah ciri khas penyelamannya. Jarak pandang di dalam air biasanya hingga 30 meter, jarak pandang yang sangat jarang bisa didapati di perairan lain. Pemandangan laut seperti barracuda, trevally, marlin, tuna dan beberapa spesies hiu dan pari sangat mudah ditemukan di sini. Menyelam di Taka Bonerate seakan menyelam di laut milik pribadi. Hening dan luar biasa indah.</p><p>Jangan tanyakan terumbu karangnya. Sejauh ini sudah teridentifikasi lebih dari 250 jenis terumbu karang di kawasan ini. Semuanya relatif masih dalam kondisi sehat dan utuh. Terumbu karang inilah yang menjadi rumah favorit berbagai biota laut. Potensi laut yang spektakuler ini terdapat hampir di semua pulau di kawasan Taka Bonerate.</p><p>Semakin orisinil sebuah kawasan perairan yang menjadi daerah penyelaman, semakin berharga kawasan tersebut. Potensi inilah yang dimiliki oleh Selayar dan Taka Bonerate. Dan dengan semua keistimewaannya, kawasan ini menjadi destinasi wisata laut terbaik di Sulawesi Selatan.</p><h2>Coral Triangle of South Sulawesi</h2><div
id="attachment_1207" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/coral-triangle2.jpg"><img
class="size-full wp-image-1207" title="coral triangle of south sulawesi" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/03/coral-triangle2.jpg" alt="coral triangle of south sulawesi" width="300" height="250" /></a><p
class="wp-caption-text">Coral Triangle of South Sulawesi</p></div><p>Saya sangat senang melabeli tiga lokasi di atas sebagai <em>coral triangle of South Sulawesi</em>. Bahwa Sulawesi Selatan juga punya kekayaan surga terumbu karang yang luar biasa. Bukan hanya karena lokasinya yang membentuk segi tiga, tapi karena ketiganya mampu mewakili potensi laut Sulawesi Selatan.</p><p>Masyarakat Sulawesi Selatan sangat terkenal sebagai pelaut ulung sejak dulu. Laut menjadi sumber penghidupan dan mata pencarian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Fakta-fakta ini membuktikan potensi kelautan Sulawesi Selatan yang sangat spektakuler.</p><p>Sayangnya pada beberapa penyelaman yang saya lakukan, masih sering saya dapati terumbu karang yang rusak oleh aksi penangkapan ikan dengan bom. Beberapa kali bahkan saya mendengar sendiri dentuman bom ketika sedang menyelam. Kesadaran nelayan di Sulawesi Selatan untuk menjaga kelestarian ekosistem masih belum memuaskan. Kekhawatiran nelayan akan minimnya hasil tangkapan menjadi alasan. Di sinilah diharapkan adanya peran serta semua elemen pecinta bahari untuk memberikan edukasi. Bahwa ketika ekosistem laut terjaga, hasil tangkapan akan berlimpah. Di samping itu, potensi wisata bahari bisa semakin bekembang.</p><p>Memberdayakan masyarakat pesisir sebagai pelaku dalam industri wisata bahari bisa menjadi metode yang sangat efektif dalam memelihara konservasi laut. Selain sebagai nelayan, masyarakat pesisir bisa menjadi penyedia penginapan bagi para penyelam, penyedia transportasi perahu, konsumsi, <em>dive guide</em> atau secara profesional sebagai operator penyelaman. Bukan untuk mengeksploitasi, tapi menjaga konservasi.</p><p>Keindahan dan kelestarian laut adalah kekayaan tak ternilai. Sebagai penyelam, saya sangat berhati-hati ketika akan menyentuh sesuatu saat menyelam. Melukai terumbu karang, Memindah-mindahkan batu bahkan mengganggu kerumunan ikan hanya akan menimbulkan rasa bersalah. Betapa hancur dan sedihnya hati ini menyaksikan pemandangan terumbu karang yang rusak dan tampak tidak &#8220;berpenghuni&#8221; karena pengeboman oleh nelayan pencari ikan.</p><p>Sering saya mendengar celutukan sahabat, suatu saat nanti wisata bahari Sulawesi Selatan akan bersanding sejajar dengan nama-nama besar seperti Raja Ampat atau Bunaken. Dan saya tidak bisa lebih setuju lagi.</p><p><a
href="http://southsulawesitourism.com" rel="nofollow" target="_blank"><img
src="http://southsulawesitourism.com/wp-content/uploads/2012/03/banner-south-sulawesi-tourism-3.png" alt="" /></a></p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/coral-triangle-menguak-surga-bawah-laut-sulawesi-selatan/">Coral Triangle &#8211; Menguak Surga Bawah Laut Sulawesi Selatan</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>takabonerate, gambar pulau spermonde makassar, kepulauan spermonde, pulau bira, taka bonerate, spermonde, coral triangle, bulan yang bagus untuk mengunjungi takabonerate, laut yg terkenal terumbu karang, kapoposang, aut sulawesi, samalona diving harga]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/coral-triangle-menguak-surga-bawah-laut-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>9</slash:comments> </item> <item><title>Hari Valentine yang Tidak Penting</title><link>http://ucha-weblog.com/hari-valentine-yang-tidak-penting/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/hari-valentine-yang-tidak-penting/#comments</comments> <pubDate>Mon, 13 Feb 2012 02:11:09 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[birthday card]]></category> <category><![CDATA[greeting]]></category> <category><![CDATA[hari valentine]]></category> <category><![CDATA[puisi valentine]]></category> <category><![CDATA[sejarah valentine]]></category> <category><![CDATA[ucapan valentine]]></category> <category><![CDATA[Valentine]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=1031</guid> <description><![CDATA[According to a study by the National Retail Foundation, men will spend more than twice as much on Valentine&#8217;s Day gifts as women. Situasi di bawah ini terjadi di kantor di suatu pagi yang kata orang adalah hari Valentine. Saya sedang sibuk menyiapkan beberapa slide presentasi yang deadline ketika obrolan ini terjadi. &#8220;Ucha, lu percaya hari valentine gak?&#8221; &#8220;kagak.&#8221; &#8220;Gue percaya men.&#8221; &#8220;bodo.&#8221; &#8220;Sumpeh men. Gue smalam mimpi ketemu sama first love gue.&#8221; &#8220;bodo ah.&#8221; &#8220;Setelah sekian lama men, kok gw baru mimpi semalam coba?&#8221; &#8220;Memang kenapa ?&#8221; &#8220;Smalam kan malam hari valentine.&#8221; &#8220;So..?&#8221; &#8220;Hari valentine men, valentine! halo..?&#8221; &#8220;Napa [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/hari-valentine-yang-tidak-penting/">Hari Valentine yang Tidak Penting</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/02/Anti_valentines.jpg" alt="sejarah valentine" title="sejarah valentine" width="288" height="320" class="aligncenter size-full wp-image-1160" /></p><blockquote><p>According to a study by the National Retail Foundation, men will spend more than twice as much on Valentine&#8217;s Day gifts as women.</p></blockquote><p>Situasi di bawah ini terjadi di kantor di suatu pagi yang kata orang adalah <strong>hari Valentine</strong>. Saya sedang sibuk menyiapkan beberapa slide presentasi yang deadline ketika obrolan ini terjadi.</p><p>&#8220;Ucha, lu percaya <strong>hari valentine</strong> gak?&#8221;<br
/> &#8220;kagak.&#8221;<br
/> &#8220;Gue percaya men.&#8221;<br
/> &#8220;bodo.&#8221;<br
/> &#8220;Sumpeh men. Gue smalam mimpi ketemu sama first love gue.&#8221;<br
/> &#8220;bodo ah.&#8221;<br
/> &#8220;Setelah sekian lama men, kok gw baru mimpi semalam coba?&#8221;<br
/> &#8220;Memang kenapa ?&#8221;<br
/> &#8220;Smalam kan malam <em>hari valentine</em>.&#8221;<br
/> &#8220;So..?&#8221;<br
/> &#8220;<span
style="text-decoration:underline;">Hari valentine</span> men, valentine! halo..?&#8221;<br
/> &#8220;Napa sih lu ah!&#8221;<br
/> &#8220;Kayanya gue salah mutusin dia men. Buktinya gue ngimpiin dia, malam hari valentine lagi.&#8221;<br
/> &#8220;Urusan lu deh!&#8221;<br
/> &#8220;Denger dulu men. Katanya sih, orang yang kita mimpiin di malam hari valentine bakal jodoh kita tuh.&#8221;<br
/> &#8220;Klo gue mimpi naik odong-odong?&#8221;<br
/> &#8220;Ya.. berarti jodoh lu odong-odong.&#8221;<br
/> &#8220;Ho oh..&#8221;<br
/> &#8220;Gue serius nih men. Jujur aja gue masih sayang sama dia. Kayanya gue harus cari tau tentang dia nih skarang.&#8221;<br
/> &#8220;Ya udah. Buruan.&#8221;<br
/> &#8220;Nah gitu dong men, kasi gue smangat. Elu emang temen gue paling yuhui dah. Tapi gue bagusnya nelpon ato kirim surat nih?&#8221;<br
/> &#8220;Serah lu deh.&#8221;<br
/> “Nelpon aja kali ya.”<br
/> “Serah..”<br
/> “Naah. Gue pinjam henpon lu bentar yak. Mau nelpon.”<br
/> &#8220;Cebong lu.&#8221;</p><p>See? hari Valentine itu tidak penting. Sama tidak pentingnya dengan obrolan di atas.</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/hari-valentine-yang-tidak-penting/">Hari Valentine yang Tidak Penting</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>hari valentine, tidak pentingnya valentine, pentingnya valentine, presentasi valentine day, puisi tentang ngak bener adanya valentin, sejarah odong-odong]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/hari-valentine-yang-tidak-penting/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>3</slash:comments> </item> <item><title>Sepatu Bola dan Futsal &#8211; Tips Memilih Tipe Sepatu yang Tepat</title><link>http://ucha-weblog.com/sepatu-bola-dan-futsal-tips-memilih-tipe-sepatu-yang-tepat/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/sepatu-bola-dan-futsal-tips-memilih-tipe-sepatu-yang-tepat/#comments</comments> <pubDate>Thu, 09 Feb 2012 02:42:59 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[Football]]></category> <category><![CDATA[adidas]]></category> <category><![CDATA[bola tangkas gratis]]></category> <category><![CDATA[nike mercurial]]></category> <category><![CDATA[sepatu bola]]></category> <category><![CDATA[sepatu futsal]]></category> <category><![CDATA[sepatu kickers]]></category> <category><![CDATA[sepatu wanita online]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=983</guid> <description><![CDATA[Sepak bola adalah olahraga yang telah berkembang di seluruh dunia selama ratusan tahun. Olahraga ini adalah salah satu favorit di kebanyakan negara Eropa, dan terus mendapatkan popularitas di Amerika dan Asia termasuk Indonesia. Tua dan muda di seluruh dunia menikmati permainan sepak bola. Tapi tahukah anda bahwa salah satu aspek paling penting dari permainan sepak bola -selain bolanya- adalah sepatu bola atau sepatu futsal? Saya sendiri adalah penyuka sepak bola sejak kecil. Dan biasanya, kami bermain bola di lapangan kompleks atau di samping toko tanpa menggunakan alas kaki. Menyenangkan memang. Tapi hanya sebatas itu. Kami tidak pernah berpikir tentang efektifitas [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/sepatu-bola-dan-futsal-tips-memilih-tipe-sepatu-yang-tepat/">Sepatu Bola dan Futsal &#8211; Tips Memilih Tipe Sepatu yang Tepat</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sepak bola adalah olahraga yang telah berkembang di seluruh dunia selama ratusan tahun. Olahraga ini adalah salah satu favorit di kebanyakan negara Eropa, dan terus mendapatkan popularitas di Amerika dan Asia termasuk Indonesia. Tua dan muda di seluruh dunia menikmati permainan sepak bola. Tapi tahukah anda bahwa salah satu aspek paling penting dari permainan sepak bola -selain bolanya- adalah <strong>sepatu bola atau sepatu futsal</strong>?</p><p>Saya sendiri adalah penyuka sepak bola sejak kecil. Dan biasanya, kami bermain bola di lapangan kompleks atau di samping toko tanpa menggunakan alas kaki. Menyenangkan memang. Tapi hanya sebatas itu. Kami tidak pernah berpikir tentang efektifitas gerakan, akurasi tendangan dan semacamnya.</p><p>Ciri utama dari sepatu bola atau sepatu futsal umumnya adalah mempunyai bulir di tapaknya. Biasanya orang menyebutnya cleats atau studs. <em>Sepatu bola</em> pertama dibuat dan dirancang oleh Raja Henry VIII pada tahun 1525. Saat itu raja meminta pembuat sepatunya untuk membuatkan sepatu yang bisa dipakai bermain sepak bola di atas rumput. Saat ini, sepatu sepatu bola dan sepatu futsal sudah punya desain yang berevolusi sesuai kebutuhan untuk membantu pemain bola menunjukkan kemampuan terbaiknya.</p><h3>Menentukan Jenis Sepatu Bola Sesuai Tipe Permukaan Lapangan</h3><p>Jenis permukaan lapangan juga penting untuk anda ketahui sebelum memilih membeli <span
style="text-decoration:underline;">sepatu bola atau sepatu futsal</span>. Inilah yang akan menentukan jenis studs (tapak sepatu) apa yang anda butuhkan. Apakah anda bermain di atas lapangan kering, basah, rumput sintetis, ply-wood atau indoor.</p><p>Jenis studs umumnya terbagi dua: molded (permanen) dan detachable (bisa dilepas-pasang). Ini hanya menyangkut selera. Dengan studs detachable, anda mungkin hanya perlu 1 buah sepatu yang bisa digunakan di berbagai jenis permukaan dengan cukup mengganti studsnya saja. Namun kekurangannya tentu saja daya tahannya yang lebih cepat rusak dibanding jenis molded studs. Salah satu tipe sepatu dengan detachable studs yang pernah saya punya adalah Adidas F50.9 Tunit.</p><p><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/02/Adidas-F50-tunit.jpg"><img
src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2012/02/Adidas-F50-tunit-e1328755304227.jpg" alt="sepatu bola" title="sepatu bola" width="300" height="198" class="aligncenter size-full wp-image-990" /></a></p><p>Jenis permukaan lapangan juga beragam. Untuk lapangan rumput, umumnya tersedia tiga jenis studs: Soft ground, firm ground dan hard ground. Studs soft ground biasanya mempunyai bentuk panjang dan lebih runcing. Terbuat dari material yang kaku seperti besi atau karbon. Jumlahnya biasanya 4 atau 6 studs di setiap sepatu. Studs hard ground bentuknya lebih pendek dan tidak runcing. Terbuat dari material yang lebih lunak seperti plastik sintetik atau karet. Jumlahnya biasanya 10, 12 sampai 14 studs di setiap sisi sepatu. Nah, studs firm ground ada di antara soft dan hard ground.</p><p>Lalu ada lagi studs indoor-court. Tapaknya terbuat dari karet mentah dan lebih datar. Ini biasanya dipakai pada permukaan lapangan futsal indoor yang terbuat dari kayu. Sedangkan untuk lapangan rumput sintetis, yang mana kebanyakan lapangan futsal menggunakannya, jenis studs yang tepat adalah jenis turf. Terbuat dari karet, ukurannya kecil dan memenuhi hampir semua permukaan tapak sepatu.</p><p>Pernah lihat sepakbola pantai? Pemainnya tidak menggunakan sepatu alias tanpa alas kaki. Ini karena tujuan permainan ini adalah memang untuk membatasi gerak pemainnya. Permukaannya adalah pasir pantai yang ditumpuk dalam jumlah banyak, gembur dan menyulitkan.</p><p>Salah satu hal paling penting yang diharapkan dari sepatu bola atau sepatu futsal adalah untuk membantu pemain sepak bola dalam bergerak di atas tanah. Sepatu ini membantu untuk mencengkeram permukaan lapangan, memungkinkan pemain untuk berlari, berubah arah dengan cepat tanpa khawatir cedera. Hal yang mana akan sangat sulit dilakukan ketika Anda tidak memiliki sepatu yang dapat mencengkeram permukaan lapangan dengan baik terutama pada tanah basah atau rumput licin. Sebelum sepatu bola diproduksi di seluruh dunia, para pemain bola menggunakan kancing kulit di bagian bawah sepatu mereka untuk mendapatkan daya cengkeram yang baik pada tanah. Kancing kulit kecil inilah yang kemudian berkembang menjadi cleat modern seperti yang kita kenal sekarang.</p><h3>Sepatu Bola dan Fungsinya</h3><p>Sepatu bola high-end seperti Nike Mercurial atau Adidas miCoach biasanya berharga lebih dari $200 atau sekitar Rp 1.8 juta. Namun, dengan sedikit keberuntungan anda bisa saja memperoleh sepatu sepatu bola atau sepatu futsal dengan harga murah. Belanja dengan cara lelang online di ebay misalnya, bisa memberikan banyak keuntungan. Selain itu, sepatu bola atau sepatu futsal, seperti banyak sepatu yang lain, mempunyai ukuran yang standar. Jadi belanja sepatu secara online menjadi lebih mudah.</p><p>Sekarang, sepatu bola tersedia dalam berbagai macam jenis dan desain. Penggunaannya di lapangan tidak hanya sebatas memudahkan pergerakan, tapi juga mulai mengarah ke fashion dan trend. Pemain-pemain terkenal seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dan Wayne Rooney punya sepatu yang khusus didesain untuk mereka. Warna orange, ungu, pink bukan lagi warna yang kontras dengan kerasnya intensitas permainan di atas lapangan. Bagaimana pun, tanpa sepatu khusus, olahraga sepak bola tidak akan menarik seperti yang kita kenal hari ini. Sepatu adalah salah satu aspek yang paling penting dari permainan setiap pemain sepak bola. Ketika anda berada di lapangan untuk bermain sepak bola, pastikan Anda mengenakan sepasang sepatu bola yang tepat!</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/sepatu-bola-dan-futsal-tips-memilih-tipe-sepatu-yang-tepat/">Sepatu Bola dan Futsal &#8211; Tips Memilih Tipe Sepatu yang Tepat</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>tips memilih sepatu futsal, cara memilih sepatu futsal, tips memilih sepatu bola, tipe sepatu bola, jenis sepatu futsal, cara memilih sepatu bola, memilih sepatu futsal, tipe sepatu futsal, jenis jenis sepatu bola, jenis jenis sepatu futsal, tips membeli sepatu futsal, sepatu futsal adidas f50]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/sepatu-bola-dan-futsal-tips-memilih-tipe-sepatu-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Teman Makan Malam yang Istimewa</title><link>http://ucha-weblog.com/teman-makan-malam-yang-istimewa/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/teman-makan-malam-yang-istimewa/#comments</comments> <pubDate>Thu, 22 Dec 2011 16:22:25 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[teman makan malam yang istimewa]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=939</guid> <description><![CDATA[Saya sedang bersiap untuk jadual kerja malam. Beberapa hari ini divisi tempat saya bekerja memang sedang dalam puncak kesibukan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 ketika saya memutuskan untuk mampir di sebuah warung coto Makassar di jalan Pettarani. Makan malam yang sudah terlambat. Di depan warung coto yang sudah mulai sepi, duduk seorang ibu berusia sekitar 40an. Di pangkuannya tertidur seorang bayi dengan pakaian yang tidak cukup melindungi tubuhnya dari dingin kota Makassar yang agak gerimis. Di depannya, sebuah kaleng cat bekas yang kosong diletakkan begitu saja. Ibu dan bayi ini adalah tipikal pengemis jalanan yang sudah marak di kota ini. [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/teman-makan-malam-yang-istimewa/">Teman Makan Malam yang Istimewa</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/lilin3-e1324860251589.jpg" alt="teman makan malam yang istimewa" title="teman makan malam yang istimewa" width="398" height="285" class="aligncenter size-full wp-image-967" /></p><p>Saya sedang bersiap untuk jadual kerja malam. Beberapa hari ini divisi tempat saya bekerja memang sedang dalam puncak kesibukan. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 ketika saya memutuskan untuk mampir di sebuah warung coto Makassar di jalan Pettarani. Makan malam yang sudah terlambat.</p><p>Di depan warung coto yang sudah mulai sepi, duduk seorang ibu berusia sekitar 40an. Di pangkuannya tertidur seorang bayi dengan pakaian yang tidak cukup melindungi tubuhnya dari dingin kota Makassar yang agak gerimis. Di depannya, sebuah kaleng cat bekas yang kosong diletakkan begitu saja. Ibu dan bayi ini adalah tipikal pengemis jalanan yang sudah marak di kota ini.</p><p>Satu persatu pengunjung warung coto mulai pulang, melintas begitu saja di hadapan si Ibu pengemis yang masih dalam posisi duduk tertunduk. Dia mengantuk. Sesekali matanya terpejam sambil terangguk-angguk. Saya memandang dari dalam mobil dengan perasaan bercampur aduk.</p><p>Saya tidak tahu apakah si ibu adalah benar ibu dari bayi yang dipangkunya. Saya hampir tidak mempedulikan itu. Tidak terlihat ekspresi meminta dengan penuh harap dari si Ibu kepada orang-orang yang melintas di hadapannya. Si Ibu hanya tertunduk diam. Mungkin dia sudah lelah. Pasrah.</p><p>Udara malam yang dingin, perut yang lapar dan suasana melankolis membuat saya tertarik memperhatikan si ibu. Segala kemungkinan terlintas. Dan secara langsung mempengaruhi tindakan yang akan saya lakukan terhadap si Ibu dengan situasi ini. Apakah saya perlu memberinya uang? mungkin si Ibu hanya sindikat pengemis jadi-jadian yang beraksi dengan modus menggendong bayi. Atau saya biarkan saja seperti yang dilakukan pengunjung lain? Bisa jadi si ibu adalah orang yang tidak punya pilihan lain selain mengemis. Saya juga punya ibu, dan istri, dan saudara perempuan.</p><p>Lalu teringat anak saya, Syifa yang mungkin seumuran dengan si bayi dalam gendongannya. Syifa sedikit lebih gemuk. Mungkin saat ini Syifa sedang tertidur dalam pelukan Ummi. Hangat dan kenyang.</p><p>Saya segera turun dari mobil.</p><p>******</p><p>Kami duduk berseberangan dalam satu meja. Si Ibu dengan sangat lahapnya menikmati seporsi coto dan beberapa ketupat. Dia sedikit gemetar. Saya yakin si Ibu sangat kelaparan. Tangan kirinya menggendong erat si bayi yang masih saja terlelap. Kami tidak banyak berbicara.</p><p>Setelah menghabiskan makanannya, si ibu berterimakasih lalu berdiri dengan sungkan. Saya tidak bisa memaksanya duduk lebih lama. Kelelahan, katanya. Si Ibu lalu kembali ke tempatnya duduk tadi, di emperan warung. Dari jauh saya menyaksikan si ibu bersandar di dinding sambil mengatur kertas koran alas duduknya, mendiamkan dengan lembut si bayi yang rupanya terbangun.</p><p>Saya baru saja mengalami peristiwa istimewa malam ini. Peristiwa yang mampu mengubur keluh kesah yang selama ini menjadi beban. Membuat saya tidak berhenti mengucap syukur. Terlepas dari anjuran pemerintah tentang bagaimana menyikapi pengemis jalanan, saya merasa bahagia bisa berbagi.</p><p>Terimakasih. Ibu adalah teman makan malam yang istimewa hari ini.</p><blockquote><p>Love doesn&#8217;t make the world go round. Love is what makes the ride worthwhile.</p></blockquote><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/teman-makan-malam-yang-istimewa/">Teman Makan Malam yang Istimewa</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>teman makan teman, berjuang di jalan allah, makan malam, anak2 yg bertahan hidup, malam sepi, malam yang hangat, malam yang sepi, malem yang istimewa, photography depan lilin, maLam istimewa kata bijak, makan teman adalah, lilin dan seorang wanita]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/teman-makan-malam-yang-istimewa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>13</slash:comments> </item> <item><title>Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan</title><link>http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/#comments</comments> <pubDate>Mon, 05 Dec 2011 12:19:24 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Travelling]]></category> <category><![CDATA[bantimurung]]></category> <category><![CDATA[bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan]]></category> <category><![CDATA[sulawesi selatan]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=794</guid> <description><![CDATA[Bila anda adalah penggemar wisata alam perbukitan yang dipadu pesona air terjun dan nilai  sejarah, maka Bantimurung harus menjadi tujuan wisata anda berikutnya. Keragaman hayati dan keindahan pesona alamnya menjadikan Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Asal muasal nama Bantimurung sendiri cukup beragam. Namun yang terpopuler adalah bahwa nama Bantimurung ini diberi oleh Karaeng Simbang, kepala kerajaan Simbang yang terpana pada kucuran air yang sangat deras dan bergemuruh yang ditemukannya di tengah hutan. “Benti” dalam bahasa bugis halus berarti air, dan “merrung” berarti bergemuruh. Pada akhirnya, Benti Merrung berubah bunyi menjadi Bantimurung. Bagaimana ke Bantimurung Taman Nasional Bantimurung berada [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/">Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda adalah penggemar wisata alam perbukitan yang dipadu pesona air terjun dan nilai  sejarah, maka Bantimurung harus menjadi tujuan wisata anda berikutnya. Keragaman hayati dan keindahan pesona alamnya menjadikan Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan.</p><p>Asal muasal nama Bantimurung sendiri cukup beragam. Namun yang terpopuler adalah bahwa nama Bantimurung ini diberi oleh Karaeng Simbang, kepala kerajaan Simbang yang terpana pada kucuran air yang sangat deras dan bergemuruh yang ditemukannya di tengah hutan. “Benti” dalam bahasa bugis halus berarti air, dan “merrung” berarti bergemuruh. Pada akhirnya, Benti Merrung berubah bunyi menjadi Bantimurung.</p><h3>Bagaimana ke Bantimurung</h3><p>Taman Nasional Bantimurung berada sekitar 20 kilometer dari Bandara Hasanuddin atau 50 kilometer dari Kota Makassar ke arah utara. Perjalanan dengan mobil pribadi dari pusat kota Makassar akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Pilihan terbaik adalah melalui jalan tol Reformasi ke arah gerbang tol Biringkanaya, Mandai lalu lanjutkan perjalanan menuju kota Maros. Dari kota Maros, anda sudah bisa tiba di Taman Nasional Bantimurung dalam 10 menit.</p><p>Transportasi umum juga banyak tersedia. Pilihan paling populer adalah mobil angkutan umum atau yang biasa disebut pete-pete oleh masyarakat lokal. Yang harus anda ingat adalah kota Maros sebagai patokan tujuan perjalanan. Dari kota Maros, anda sudah bisa mencapai Bantimurung dalam 15 menit menggunakan pete-pete jurusan Bantimurung.</p><p>Bila anda berangkat bersama rombongan, maka pilihan terbaik adalah menggunakan mobil yang disewa harian. Anda juga bisa menggunakan taksi langsung dari Makassar dengan menyiapkan biaya sekitar Rp 140.000.</p><h3>Bentangan Karst Terluas Dan Gua Prasejarah</h3><div
id="attachment_799" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-Sulawesi-Selatan.jpg"><img
class="size-medium wp-image-799" title="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-Sulawesi-Selatan-300x199.jpg" alt="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" width="300" height="199" /></a><p
class="wp-caption-text">Bentangan Karst Bantimurung</p></div><p>Karst adalah kumpulan bebatuan kapur yang membentuk formasi pegunungan. Kawasan karst Bantimurung adalah yang terluas kedua di dunia. Salah satu keunggulannya adalah formasi karstnya yang menjulang ke atas (tower karst). Ada yang berdiri sendiri maupun berjejer membentuk kelompok pegunungan yang diantarai oleh permukaan datar. Tidak seperti kebanyakan kawasan karst lain yang berbentuk kerucut. Saya sendiri pernah mengikuti pelatihan “tactical vertical rescue” di salah satu tebing karst Bantimurung bersama tim SAR dan Basarnas dari Jakarta selama beberapa hari. Dan kami semua sepakat bahwa kualitas karst di Bantimurung adalah salah satu yang terbaik di Indonesia.</p><div
id="attachment_915" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/SalukanKallang.jpg"><img
class="size-full wp-image-915" title="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/SalukanKallang.jpg" alt="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" width="300" height="225" /></a><p
class="wp-caption-text">Ornamen dalam Gua Salukan Kallang</p></div><p>Setidaknya terdapat 268 gua yang terbentuk di kawasan ini. Gua Leang Leaputte menjadi yang terdalam dengan kedalaman 260 meter dan yang terpanjang adalah Gua Salukan Kallang dengan perkiraan panjang keseluruhan 27 kilometer. Gua-gua ini mungkin masih kurang familiar bagi wisatawan, namun bagi para <em>cave diver</em>, ini sudah menjadi destinasi yang populer. Sudah banyak ekspedisi <em>cave diving</em> dilakukan di gua-gua Bantimurung.</p><p>Di antara gua rekreasional yang paling sering dikunjungi wisatawan adalah Gua Batu dan Gua Mimpi. Gua-gua ini sangat kaya dengan <em>stalakmit, stalaktit, helektit, flowstone, pilar dan sodastraw</em> yang sangat memukau. Di Gua Batu inilah konon dikuburkan raja Bantimurung. Untuk bisa menelusuri ke gua-gua ini, anda cukup merogoh kocek Rp 5000 sampai Rp 10.000 untuk biaya menyewa 1 buah senter besar. Bantuan pemandu lokal juga akan anda butuhkan sebagai penunjuk jalan sekaligus narator selama anda menelusuri gua. Para pemandu ini biasanya akan meminta biaya Rp 25.000 hingga Rp 50.000 untuk menjadi penunjuk jalan anda.</p><h3>Bantimurung, Air Terjun dan Surga Kupu-Kupu</h3><div
id="attachment_815" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img
class="size-medium wp-image-815" title="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/bantimurung3-300x261.jpg" alt="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" width="300" height="186" /><p
class="wp-caption-text">Air terjun Bantimurung</p></div><p>Potensi wisata Bantimurung yang paling terkenal adalah air terjunnya. Dari sungai Pattunuang yang mengalir di antara tebing karst, terbentuk air terjun yang indah setinggi sekitar 20 meter dan lebar 15 meter. Air terjun ini mulai dipopulerkan oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dan kolektor yang menjadikan Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan dengan membuatnya sebagai daerah konservasi sejak tahun 1919. Dinginnya air di Bantimurung juga menjadi salah satu daya tarik. Bila anda mencari wisata air terjun yang mudah dijangkau dari kota Makassar, maka Bantimurung adalah pilihan terbaik.</p><p>Kawasan Bantimurung juga merupakan habitat dari ribuan kupu-kupu. Setidaknya terdapat lebih dari 100 spesies kupu-kupu yang di antaranya merupakan spesies langka seperti: <em>Troides hypolitus Cramer, Troides haliphron Boisduval, Troides helena Linne, Cethosia myrana </em>dan<em> Papilio peranthus adamantius</em>. Tidak salah jika Bantimurung dijuluki <em>Kingdom of Butterflies</em>. Demi menjaga kelestariannya, pengelola Taman Nasional Bantimurung juga mengelola penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 di areal seluas 2 hektar.</p><h3>Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan</h3><div
id="attachment_924" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-Sulawesi-Selatan1.jpg"><img
class="size-full wp-image-924" title="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-Sulawesi-Selatan1-e1323827391820.jpg" alt="Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan" width="300" height="177" /></a><p
class="wp-caption-text">Bantimurung, Kingdom of Butterfly</p></div><p>Berbagai usaha bisa kita lakukan sebagai bukti kecintaan kita pada alam pada umumnya, dan Taman Nasional Bantimurung khususnya. Komunitas lokal juga banyak yang turut aktif dengan memberikan publikasi dan edukasi secara online. Ini merupakan salah satu cara yang paling jitu untuk menjadikan Bantimurung objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan melalui promosi.</p><p>Keanekaragaman biota dan hayati serta indahnya pesona alam di Bantimurung adalah aset yang perlu untuk tetap dijaga. Partisipasi dan keterlibatan semua pihak adalah faktor utama demi menjadikan Bantimurung tetap lestari. Tidak hanya pengelola, para pengunjung dan pelaku kegiatan pecinta alam juga harus memperhatikan etika di area wisata. Hal-hal sederhana seperti menjaga kebersihan akan memberi dampak yang sangat besar bagi kelestarian alam.</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/">Bantimurung Objek Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>bantimurung objek wisata terbaik di sulawesi selatan, tempat wisata sulawesi selatan, bantimurung, tempat wisata di sulawesi selatan, sulawesi selatan, pegunungan karst bantimurung sulawesi selatan, wisata bantimurung, karst bantimurung, obyek wisata makassar, wisata bantimurung makassar, objek, tempat wisata di Sulawesi]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>21</slash:comments> </item> <item><title>Sindrom Penulis Putus Asa</title><link>http://ucha-weblog.com/sindrom-penulis-putus-asa/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/sindrom-penulis-putus-asa/#comments</comments> <pubDate>Fri, 02 Dec 2011 08:51:21 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[penulis putus asa]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=758</guid> <description><![CDATA[Bagi sebagian blogger, mengupdate blog dengan konten adalah hobi. Bermutu atau tidak, asli atau mengutip, panjang atau ringkas, tidak lebih sebagai tempat menumpahkan ide, pujian, hujatan atau sekedar menunjukkan eksistensi di dunia maya. Bagi sebagian yang lain, blogger adalah profesi sehingga aktifitas menulis menjadi sumber penghasilan. Entah sebagai citizen reporter, memasarkan produk atau sebagai publisher. Membuat tulisan di blog adalah esensi dari menjadi seorang blogger. Anggap saja di titik ini kita sependapat. Saya berada di posisi pertama: menulis sebagai hobi. Menulis menjadi salah satu kegiatan favorit saya sejak saya mulai bisa menulis. Apa saja yang terjadi atau terlintas di pikiran [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/sindrom-penulis-putus-asa/">Sindrom Penulis Putus Asa</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bagi sebagian blogger, mengupdate blog dengan konten adalah hobi. Bermutu atau tidak, asli atau mengutip, panjang atau ringkas, tidak lebih sebagai tempat menumpahkan ide, pujian, hujatan atau sekedar menunjukkan eksistensi di dunia maya. Bagi sebagian yang lain, blogger adalah profesi sehingga aktifitas menulis menjadi sumber penghasilan. Entah sebagai <em>citizen reporter</em>, memasarkan produk atau sebagai <em>publisher</em>.</p><p>Membuat tulisan di blog adalah esensi dari menjadi seorang blogger. Anggap saja di titik ini kita sependapat.</p><p><a
href="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Menulis17.jpg"><img
src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/12/Menulis17-e1322816834114.jpg" alt="penulis putus asa" title="penulis putus asa" width="450" height="337" class="aligncenter size-full wp-image-781" /></a></p><p>Saya berada di posisi pertama: menulis sebagai hobi. Menulis menjadi salah satu kegiatan favorit saya sejak saya mulai bisa menulis. Apa saja yang terjadi atau terlintas di pikiran biasanya akan saya tulis. Di halaman belakang buku tulis matematika, di bagian catatan kaki buku sejarah, di dinding wc sekolah, di buku diary—iya, saya punya diary—bahkan di buku absensi milik guru wakil kelas. Dan semenjak saya mengenal blog, di sinilah saya sekarang.</p><p>Saya mengalami kronologi evolusi bahasa. Bahwa bahasa berevolusi dari lisan ke tulisan. Budaya bergerak dari &#8220;orality&#8221; ke &#8220;literacy&#8221;. Transisi gaya menulis terus saya alami. Gaya menulis, penggunaan tanda baca, penyusunan kalimat, etika menulis, formalitas tulisan bahkan penggunaan kata ganti juga mengalami beberapa kali perubahan. Dulu saya menggunakan nama sendiri sebagai kata ganti orang pertama. Saya akan memilih menulis “hari ini Ucha sakit” daripada “hari ini saya sakit”. Dan seiring waktu dan pertimbangan kepantasan, kata ganti ini juga bertransisi: aku, gue, saya. Semua masih bisa saya telusuri dengan membaca kembali tulisan saya di catatan kaki beberapa buku sekolah yang masih tersimpan di gudang, di belakang sampul buku matematika, di buku diary dan di blog ini. Inilah kenapa saya membiarkan arsip tulisan saya tetap seperti saat tulisan itu dibuat.</p><p>Dulu ketika ingin menulis saya hanya “menulis” seperti biasa. Saya menulis secara sporadis tanpa peduli bagaimana hasil tulisan saya jika dibaca ulang. Saya tidak peduli pada pembaca. Saya menulis tanpa intonasi. Saya bisa menghasilkan beberapa tulisan di blog dalam sehari dengan topik yang sama. Saya bahkan menulis sesuatu hanya karena mendengar suara sendawa di rumah makan.</p><p>Justru di sinilah letak masalahnya. Semakin saya mengerti bagaimana cara menulis yang baik dan benar semakin takut rasanya untuk menulis. Ada beban setiap kali saya akan mulai menulis sesuatu. Ide yang terlintas buyar begitu saja tepat ketika saya akan mulai menulis kalimat pertama. Seakan-akan tulisan saya akan dibaca semua orang begitu saya menekan tombol <em>publish</em>. Sindrom <strong>penulis putus asa</strong>.</p><p>Penulis? Saya penulis? Menurut Wikipedia, saya seharusnya tidak termasuk penulis. Tapi karena Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, maka saya anggap diri saya sebagai penulis.</p><blockquote><p>penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga, sastrawan. Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera, sekretaris, setia usaha. Pelukis dan penggambar kadangkala juga dimasukkan sebagai padan kata penulis (Wikipedia).</p></blockquote><p>Sampai akhirnya saya tidak sengaja membaca tulisan tentang <a
title="WHY I BLOG?" href="http://ucha-weblog.com/why-i-blog/">Why I Blog?</a> Bahwa menulis itu adalah ekspresi. Dan dengan apa yang saya alami, saya ternyata terjebak dalam kondisi takut berkespresi. Saya takut berekspresi. Sederhananya, saya takut berekspresi.</p><p>Dan akhirnya saya pun menulis lagi.</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/sindrom-penulis-putus-asa/">Sindrom Penulis Putus Asa</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>putus asa, kalimat putus asa, menulis, blog penulis, saya tidak ingin putus asa, tidak sengaja penulis, saya putus asa, tulisan bloger diary sekolah, ucha sakit, pujangga sastrawan, apa sebutan orang yang putus asa, kata putuz asa dlm sekolah]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/sindrom-penulis-putus-asa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> <item><title>Raja Ampat dan Fakta Uniknya</title><link>http://ucha-weblog.com/raja-ampat/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/raja-ampat/#comments</comments> <pubDate>Thu, 03 Nov 2011 17:17:04 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Travelling]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=730</guid> <description><![CDATA[&#160; Raja Ampat, tempat tujuan wisata yang terkenal dengan pesona bawah lautnya. Bukan hanya di Indonesia, Raja Ampat island bahkan sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara terutama di kalangan penyelam. Banyak yang penasaran sehebat apa Raja Ampat sebenarnya hingga banyak yang sangat tertarik berkunjung ke sana. Buat yang belum pernah ke sana, maka penggambaran melalui tulisan tentu tidak akan cukup mewakili. Berikut ini beberapa fakta yang perlu anda ketahui mengenai Raja Ampat. Raja Ampat adalah gugus pulau-pulau yang terletak di ujung utara &#8220;kepala burung&#8221; pulau Papua, Indonesia. Tepatnya di Sorong, Papua Barat. Untuk ke sana, anda tentunya harus ke Sorong [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/raja-ampat/">Raja Ampat dan Fakta Uniknya</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
class="alignnone size-full wp-image-739" title="Raja Ampat Indonesia" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/11/raja_ampat_indonesia-e1320340744304.jpg" alt="Raja Ampat Indonesia" width="460" height="345" /></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Raja Ampat</strong>, tempat tujuan wisata yang terkenal dengan pesona bawah lautnya. Bukan hanya di Indonesia, <em>Raja Ampat</em> island bahkan sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara terutama di kalangan penyelam.</p><p>Banyak yang penasaran sehebat apa <span
style="text-decoration: underline;">Raja Ampat</span> sebenarnya hingga banyak yang sangat tertarik berkunjung ke sana. Buat yang belum pernah ke sana, maka penggambaran melalui tulisan tentu tidak akan cukup mewakili. Berikut ini beberapa fakta yang perlu anda ketahui mengenai Raja Ampat.</p><ol><li>Raja Ampat adalah gugus pulau-pulau yang terletak di ujung utara &#8220;kepala burung&#8221; pulau Papua, Indonesia. Tepatnya di Sorong, Papua Barat. Untuk ke sana, anda tentunya harus ke Sorong dahulu. Baru kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal sejauh kira-kira 70 km ke kepulauan Raja Ampat.</li><li>Nama Raja Ampat diambil dari cerita lokal mengenai empat kerajaan yang membentuk gugusan pulau. Kerajaan tersebut adalah Waigeo, Misool, Salawati, and Batanta.</li><li>Di Misool terdapat peninggalan prasejarah berupa lukisan purba di bebatuan karang.</li><li>Raja Ampat biasanya selalu masuk dalam daftar 10 tempat penyelaman populer bagi para penyelam di seluruh dunia.</li><li>Di dasar laut kepulauan pantai Raja Ampat masih bisa ditemukan beberapa peninggalan bekas perang. Diantaranya mesin perang, kapal dan pesawat terbang bekas perang dunia II. Dekat pulau Wai di kedalaman 27 meter anda bisa menemukan rongsokan pesawat P40 bekas milik sekutu.</li><li>Diving Spot di Raja Ampat terkenal unik dan sangat spesial. Ada Manta point, Mike&#8217;s point, shark point dan spot lain yang sama luar biasanya. Khusus Manta point, anda bisa dengan mudahnya menemukan Manta dengan diameter 9 m hilir mudik di sekitar anda.</li></ol><p><img
class="alignnone size-full wp-image-740" title="Raja Ampat" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/11/Raja-Ampat.jpg" alt="Raja Ampat" width="450" height="300" /></p><p>&nbsp;</p><p>Berikut tips yang perlu anda ketahui sebelum merencanakan dive trip ke Raja Ampat :</p><ol><li>Siapkan dana yang cukup. Penerbangan ke Sorong tersedia setiap hari via Makassar. Harga tiket berkisar antara 2,5 juta sampai 4 juta pulang pergi Jakarta-Sorong.</li><li>Usahakan berangkat dengan rombongan. Ini bisa menekan budget. Selain bisa patungan, juga bisa saling membantu saat dibutuhkan.</li><li>Pilih dive operator yang punya reputasi baik di kawasan ini.</li><li>Ada dua cara penginapan; di darat atau di laut (liveaboard). Saya menyarankan menginap di darat di salah satu pulau2nya.</li><li>Menginap tidak perlu di resort. Banyak wisma milik Pemerintah daerah yang jauh lebih murah.</li><li>Kalau mau praktis dan lebih mudah, ada banyak jasa divetrip ke <a
title="Raja Ampat" href="en.wikipedia.org/wiki/Raja_Ampat_Islands" rel="nofollow" target="_blank">Raja Ampat</a> dari Sorong. Sudah termasuk penginapan, makan, dive, alat selam, dive master dengan harga antara Rp 5 sampai 8 juta rupiah.</li></ol><p>Nah, selamat berlibur ke Raja Ampat.</p><p>&nbsp;</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/raja-ampat/">Raja Ampat dan Fakta Uniknya</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>raja ampat, kepulauan raja ampat, raja, fakta raja ampat, harga tiket ke raja ampat, pulau ampat indonesia, pantai raja ampat, pulau raja ampat, raja terkenal, fakta tentang raja ampat, raja ampat blog, harga tiket raja ampat]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/raja-ampat/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>The Power of Kepepet</title><link>http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/</link> <comments>http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/#comments</comments> <pubDate>Thu, 15 Sep 2011 04:15:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Mudzakkir</dc:creator> <category><![CDATA[Blog]]></category> <category><![CDATA[Family]]></category> <category><![CDATA[DEADLINE]]></category> <category><![CDATA[JAYA SETIABUDI]]></category> <category><![CDATA[kebakaran]]></category> <category><![CDATA[MUDIK]]></category> <category><![CDATA[THE POWER OF KEPEPET]]></category> <category><![CDATA[TIPS]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ucha-weblog.com/?p=676</guid> <description><![CDATA[Saya sering mendengar dan membaca banyak sumber inspirasi dan motivasi dari orang-orang terkenal. Kebanyakan mereka berbicara mengenai pengembangan potensi diri. Kemarin, saya baru saja mengalami secara nyata apa yang disebut oleh motivator Jaya Setiabudi sebagai THE POWER OF KEPEPET. Pak Jaya menceritakan kisah-kisah inspirasional dalam bukunya THE POWER OF KEPEPET. Salah satunya sebagai berikut: &#8220;Seandainya sekarang anda tidak memiliki uang tabungan, penghasilan pun kurang dari 1 juta sebulan. Apakah anda bisa mendapatkan uang 5 juta jam 9 pagi esok hari?&#8221; Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, Tidak Bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi [...]<p><a
href="http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/">The Power of Kepepet</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p> ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
class="size-medium wp-image-679 alignleft" title="DEADLINE" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/09/DEADLINE-300x300.jpg" alt="DEADLINE" width="300" height="300" /></p><p>Saya sering mendengar dan membaca banyak sumber inspirasi dan motivasi dari orang-orang terkenal. Kebanyakan mereka berbicara mengenai pengembangan potensi diri. Kemarin, saya baru saja mengalami secara nyata apa yang disebut oleh motivator Jaya Setiabudi sebagai <strong><a
title="THE POWER OF KEPEPET" href="http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/">THE POWER OF KEPEPET</a></strong>.</p><p>Pak Jaya menceritakan kisah-kisah inspirasional dalam bukunya <em>THE POWER OF KEPEPET</em>. Salah satunya sebagai berikut:</p><p>&#8220;Seandainya sekarang anda tidak memiliki uang tabungan, penghasilan pun kurang dari 1 juta sebulan. Apakah anda bisa mendapatkan uang 5 juta jam 9 pagi esok hari?&#8221; Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, Tidak Bisa.</p><p>Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 1 juta perbulan, jika savingnya 200 ribu perbulan, maka butuh 50 bulan untuk mendapatkan 5 juta.</p><p>Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, orang yang paling Anda sayangi, mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi esok pagi. Jika tidak, maka (maaf) nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, &#8220;harus bisa.&#8221; Kenapa? Karena KEPEPET. jika tidak, nyawa orang yang kita cintai mungkin bisa melayang.</p><p>&#8212;&#8212;</p><p>Nah, kembali ke cerita saya. Hari itu adalah hari ketiga setelah Idul Fitri tahun ini. Baru saja selesai sholat subuh berjamaah, kami dihebohkan dengan teriakan kebakaran salah satu jamaah masjid. Langsung saja kami semua berhamburan menuju TKP yang letaknya hanya 2 rumah dari masjid. Saat itu api sudah melahap lebih dari setengah bangunan rumah yang diduga sebagai tempat sumber api. Reaksi saya pertama kali adalah: kagum. Api yang saya lihat saat itu adalah yang terbesar sejauh ini. Warnanya luar biasa indah. Merah, diselingi warna hijau, lalu ungu, lalu biru. Belum lagi suara letusan yang terdengar. Lebih natural dibanding suara petasan yang selama Ramadhan kemarin sering saya dengar. Reaksi kedua saya adalah: panik. Agak terlambat, karena saat saya panik, orang lain baru saja selesai dari paniknya.</p><p><img
class="alignnone size-medium wp-image-677" title="THE POWER OF KEPEPET" src="http://ucha-weblog.com/wp-content/uploads/2011/09/Kebakaran-300x224.jpg" alt="THE POWER OF KEPEPET" width="300" height="224" /></p><p>Tidak ada yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkan rumah yang sedang terbakar ini. Selain karena intensitas api sangat dahsyat, api juga sudah melahap lebih dari separuh bangunan. Selain itu sumber air tidak cukup banyak. Yang melegakan, saat itu di dalam rumah tidak ada penghuni karena sedang mudik. Yang bisa kami lakukan adalah mencegah agar api tidak menjalar membakar rumah-rumah yang lain. Kabar buruknya adalah, semua rumah yang berbatasan langsung dengan sumber kebakaran juga ditinggal mudik. Kosong tanpa penghuni.</p><p>Karena rumah sumber api adalah rumah di sudut jalan, maka rumah yang berbatasan langsung hanya ada di sisi kanan dan belakangnya. Saya ingat betul bagaimana saya dan warga yang lain menerobos masuk ke rumah-rumah yang ditinggal kosong ini. Mengeluarkan barang-barang yang bisa dikeluarkan seperti lemari, sofa, televisi, tabung gas, spring bed dan lain-lain. Juga bagaimana saya naik dan turun ke puncak genteng, melompat dari ujung satu ke ujung yang lain sambil membawa ember penuh air dengan sangat cepat saat lidah api sudah membakar beberapa bagian rumah-rumah ini. Semuanya bisa saya lakukan dengan sangat mudah. Tau film Ninja Assasin? Nah, saya tidak ada hubungannya dengan film itu.</p><p>Entah apa penyebab kebakaran ini. Setidaknya sebelum meninggalakan rumah untuk waktu yang lama, minimalkan potensi penyebab kebakaran yang mungkin terjadi. Pastikan tabung gas telah dilepas dari regulatornya dan tidak ada alat listrik yang masih terhubung ke konektor listrik.</p><p>Akhirnya rumah sumber api rata dengan tanah. Dan meskipun api juga membakar beberapa bagian rumah di sisi kanan dan belakangnya, namun secara keseluruhan rumah-rumah ini berhasil diselamatkan. Masalah muncul saat kami akan mengembalikan barang-barang yang tadi kami keluarkan. Sofa panjang yang tadinya saya keluarkan sendirian, harus diangkat oleh 4 orang. Begitu juga dengan beberapa warga yang ikut memadamkan api dari atas genteng, kebingungan untuk turun kembali. Bahkan untuk melangkah di atas genteng saja mereka kesulitan, tidak seperti tadi. Belakangan saya merasa perih setelah tau kalau tangan dan kaki saya berdarah di beberapa tempat karena tergores kaca dan atap seng, hal yang tadi tidak saya rasakan.</p><p>Saya percaya bahwa rasa takut adalah hasil ciptaan kita sendiri. Dan dengan menghapusnya, potensi kita bisa lebih besar. Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang terdesak dan tidak diberikan pilihan untuk &#8220;tidak bisa&#8221;, manusia akan mencari jalan untuk berfikir &#8220;bagaimana harus bisa&#8221;. Nah mari tanyakan diri kita apakah rasa bahagia, kesuksesan, membahagiakan orang tua, hingga memaksimalkan kualitas ibadah adalah suatu kebutuhan yang mendesak? Bila iya, maka harusnya bisa kita raih.</p><p>Sukses untuk kita semua, semoga tulisan saya ini bermanfaat. 7K8ZZJC84KFD</p><div
style='clear:both'></div><br/><p><a
href="http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/">The Power of Kepepet</a> is a post from: <a
href="http://ucha-weblog.com">Ucha Weblog</a></p><h4>Tags:</h4>the power of kepepet, power of kepepet, kepepet, the power kepepet, potensi diri, the power of kepepert, the power of shalat, power of the kepepet, Sedang Deadline, The pawer kepepet, the power of kepepet uang, the power is kepepet]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ucha-weblog.com/the-power-of-kepepet/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>5</slash:comments> </item> </channel> </rss>
