Blog Traveling

Fjord, Viking dan Sisa Renaissance di Norwegia

The Bryggen Waktu Pagi

Viking Ships

Kali ini saya pengin bagi-bagi cerita tentang salah satu kota pusat maritim dunia, kota pelabuhan terbesar kedua di Norwegia dan menjadi markas besar Viking di masa jayanya. Kota Bergen.

Buat yang punya rencana jalan-jalan, atau mau bikin itinerary traveling ke Bergen, mudah-mudahan ini bisa membantu yah. Here we go.

Bergen, kota kecil berpenduduk sekitar 225.000 jiwa ini terkenal sebagai kota hujan. Atraksi paling menarik ketika hujan tentu saja menyaksikan penduduk lokal lalu lalang sambil berpayung.

Kota kecil ini, yang dikelilingi oleh 7 gunung tinggi, membawa saya jauh ke masa kejayaan Viking, bangsa pelaut paling ditakuti di dunia. Orang-orang di sini begitu bangga dengan sejarah ke-Vikingan mereka. Beda dari beberapa tempat di Eropa yang kelihatannya lebih modern, Bergen terlihat sangat etnis dan tradisional.

Bergen, menurut saya adalah kota terciamik di Norwegia karena di dominasi oleh gunung-gunung dan Fjord. Kota ini punya 4 musim seperti normalnya daerah-daerah lain di Eropa. Yang istimewa adalah ketika musim panas, kita bisa melihat fenomena midnight sun dan di musim dingin -kalau beruntung- bisa lihat Aurora Borealis (tapi Aurora lebih gampang dilihat kalau kita traveling lebih ke daerah utaranya Norwegia dan bukan di Bergen).

Tentang Midnight Sun dan Aurora Borealis gak usah saya jelasin di sini yah.. udah searching sendiri aja jangan manja ah!

Karena secara politik Skandinavia masih tergabung ke Uni Eropa, maka Visa yang harus di-apply adalah Schengen Visa. Masuk ke Norway bisa dari kota-kota besar Eropa. Paling populer adalah akses darat dari Kopenhagen Denmark (which takes 1 and 1/2 days connecting train via Oslo, atau take the cheapest way by bus). Atau bisa juga via udara 1 jam 40 menit dari Schiphol Belanda.

You never start your trip without itinerary, pastinya dong. Tapi kalau clueless (which is a disaster kalau sampe bisa clueless dalam sebuah trip) dan gak tau mau mulai dari mana, segera temukan tourism center terdekat dan jangan ragu nanya-nanya. First thing to do is to get your Bergen-Card. Kartu ini ngasi banyak diskon dan akses ke hampir semua lokasi wisatanya Bergen. Bergen-Card bisa dibeli dengan harga 170 Krone dan berlaku untuk 24 jam. Dengan kartu ini kita bisa bebas naik bus, light rail dalam kota Bergen free of charge. Juga diskon untuk entry fee ke museum, atraksi, tour, restoran dan diskon penginapan.

The Nærøyfjord

The Nærøyfjord. Salah satu Fjord paling populer di Bergen

 

Like always, best place to start adalah yang paling jauh. Lalu makin sore makin dekat ke arah penginapan (kalau memang pengin menginap). So, kalau punya waktu lebih dari 1 hari, maka pilihan yang paling tepat di hari pertama adalah Fjord Tour. Yaitu perjalanan menikmati teluk-teluk yang airnya adalah hasil mencairnya gletser di kutub. Orang Norway menyebutnya Fjord. Semacam kombinasi bukit, laut, kabut dan salju. Ini cocok banget jadi setting film Viking vs Vampire. Ceritanya kedua ras ini bertarung di antara kabut dan Fjord-Fjord. Sampe akhirnya Vampirnya kalah dan kabur ke Indonesia, lalu ketemu lagi sama Viking. Dan ternyata mereka memutuskan menikah dan berketurunan.. Lalu filmnya berubah jadi sinetron yang gak habis-habis sampe 4 tahun.

Well back to Fjord Tour, tour ini akan membawa kita ke 4 lokasi spektakuler: Bergen Railway, Flam Railway, The Nærøyfjord dan terakhir melintasi Stalheimskleiva jalanan paling terjal se-Eropa Utara. Start pagi, selesai sore. Malamnya sightseing dalam kota atau langsung istirahat. Lalu di hari kedua untuk city tour.

Kalau gak pengin capek Fjord Tour, bisa aja sih di-skip aja tour ini dan jalan sendiri (tanpa guide, tanpa ikut tour) kayak anak hilang.

First place to visit, as I suggest, should be Fløien Mountain. Karena ini yang paling mudah dan biasanya paling menyita waktu. Aksesnya dari pusat kota. Jalan kaki sekitar 30 menit ke stasiun Fløibanen, dan naik cable car ke atas gunung. Cable carnya tentu saja gratis dengan Bergen-Card. Tiba di Fløien Mountain kita bisa lihat kota Bergen hampir keseluruhannya. Sayang waktu itu view ke kota mostly tertutup awan, secara Fløien itu adalah puncak gunung.

Bergen dari puncak Floien

Bergen dari puncak Floien

 

Di Fløien juga kita bisa hiking, ada danau cantik yang (waktu itu) airnya membeku. Kebayang betapa dinginnya suhu di Fløien Mountain sampai bisa membekukan air sedanau. Ada hutan juga kalau mau trekking (which is epic sekali karena didukung sama lansekap kabut, pinus dan.. mungkin ada Vampire juga?), dan ada taman bermain buat keluarga yang bawa anak-anak. Di sana juga ada tempat minum kopi dan bir (orang Norway minum bir kayak minum air putih) dan toko souvenir.

Sebaiknya souvenir sih jangan beli dulu kalau gak mau rempong di destinasi berikutnya.

Floien Lake

Danau (yang udah gak) beku di Floien

 

Turun dari Fløien, lanjut ke Bergen Art Museum dan The Edvard Grieg Museum. Isinya lebih ke museum seni. Buat yang gak begitu tertarik, mungkin bisa skip ke destinasi berikutnya. Tapi saya sih gak bakalan mau melewatkan semua museum yang ada karena museum selalu menyimpan bukti sejarah terkait daerah tersebut. Apalagi kalau entrynya gratis (thanks to Bergen Card). Like for example Bergen Art Museum ini yang isinya mostly paintings milik Edvard Munch. Keren-keren dan istimewa banget. Kalau The Edvard Grieg Museum adalah museum musik dari composer Edvard Grieg (1843-1907) yang menulis banyak komposisi musiknya di Bergen. Di sini selalu ada pertunjukan rutin orkestra saat musim panas dan musim gugur.

Di dekat dermaga, tepatnya depan The Bryggen ada Fish Market. Kalau kita bilangnya pasar ikan. Iya, pasar ikan. Gak usah bayangin pasar ikan yang kaya gimana. Sebenarnya ini biasa banget buat orang Indonesia yang habitnya adalah belanja ikan di pasar di tengah kesemrawutan. Tapi mungkin karena orang-orang sana lebih terbiasa belanja di supermarket, tanpa becek, tanpa kesemrawutan, maka pasar ikan menjadi semacam atraksi menarik buat mereka.

Heran juga sih kenapa di Indonesia pemerintah kita gak menetapkan pasar ikan kita sebagai destinasi wisata. Padahal pasar kita lebih becek dan lebih semrawut. Harusnya ini lebih epic buat wisatawan. Kebayang dong misalnya ada bus rombongan turis di Indonesia yang lagi melintasi pasar. Kemudian tour guidenya dengan excited berdiri dan ngomong, “Ladies and Gentleman, Pasar Ikan!” Lalu para turis berhamburan kegirangan dan foto-foto.

Bergen Fish Market

Di Fish Market ini bukan cuma jualan ikan saja, ada juga orang yang jualan bunga, souvenir dan (tampaknya) sembako.

 

Ada yang asik di sekitaran Fish Market. Kalau kamu jalan-jalannya hari Minggu, banyak banget merchant yang nawarin free coffee, free meal dan free snack dengan catatan ikut main games yang disediakan. Misalnya bisa nyebutin nama ibukota suatu negara, atau jatuhin boneka pake bola, atau main dadu raksasa. Ya iyalah saya suka jajalin satu-satu. Ada yang gagal, ada yang sukses. Kalau beruntung, perut bisa kenyang tanpa keluar duit sedikitpun.

Permainan Dadu Raksasa

Fund raiser untuk Kanker yang ngadain permainan dadu. Saya samperin demi kopi gratis

 

Kalau tertarik dengan hewan khas daerah kutub, mampir ke Bergen Aquarium. Ini semacam kebun binatang yang isinya mostly hewan-hewan yang suka sama air. Best attractionnya adalah Buaya, Singa Laut dan Penguin. Ada aquarium raksasanya juga macam Sea World. Jadi kita bisa jalan-jalan di dalam terowongan yang ada di dasar aquarium dan ikan-ikannya seliweran di sekitar kita. Ada Hiu bahkan Paus juga ada. Masuk di Bergen Aquarium ini free di musim dingin. Selain di musim dingin diskon 25% dengan Bergen Card.

Bergen Aquarium

 

Sekitar 200an meter dari Gereja Johanneskirken, naik bus dari busstop Møhlenpris ke arah Universitas Bergen, ada Bergen Maritime Museum. Nah di sini tempat yang paling pas untuk liat langsung sejarah Viking. Ada kapal-kapal khas Viking di sana, benda-benda bersejarah kemaritiman, ada cafe dan pastinya ada toko souvenir. Lagi-lagi naik bus dan entry-feenya gratis dengan Bergen Card.

Viking

Note payungnya. Itu musti selalu dibawa-bawa karena kota Bergen sering sekali tiba-tiba hujan.

 

Kalau menilik era Renaissance di Norwegia, maka The Rosenkrantz Tower adalah saksi sejarahnya. Bangunan ini adalah bagian dari benteng Bergenhus. Makanya jangan bingung kalau orang lokal akan menunjuk ke arah yang sama untuk Rosenkrantz Tower dan Benteng Bergenhuss.

Rossenkrantz

 

Benteng ini dibangun tahun 1270 dan kemudian jadi rumah kediaman King Eirik Magnusson, raja terakhir yang jadi penguasa pelabuhan di Bergen sampai 1299.

Rossenkrantz2

 

Balik dari Rosenkrantz Tower, sempatkan jalan-jalan di daerah pemukiman. Di situ ada lapangan bola mini yang sering rame sama anak-anak Bergen yang suka main bola. Dengan modal muka tembok dan sok supel, saya akhirnya diajak ikutan main bola. Gilak, suhunya dingin banget tapi orang-orang pada nyantai aja lari ngejar-ngejar bola. I was like ‘dude, are you serious?’ tapi tetap sok kuat ikutan lari-lari. Sumpah paru-paru rasanya beku ikutan main bola.

Sudahlah.. saya memang gak layak main di level Eropa.

Sudahlah.. saya memang gak layak main di level Eropa.

 

Kota Bergen sangat identik dengan The Bryggen. Bangunan berjejer yang terbuat dari konstruksi kayu dan warna warni. Lokasinya pas di tepi teluk di tengah kota. Sebagian besar bangunan ini adalah toko. Ada yang jual souvenir, keperluan ski dan trekking, jaket dan pakaian hangat dan ada juga semacam warung buat ngopi-ngopi. Best time to go there sebenarnya pagi, tapi karena udah sering banget nampang di sana pagi-pagi, saya jadi sering sengaja ke sana malam aja.

The Bryggen Waktu Pagi

The Bryggen Waktu Pagi

 

The Bryggen Waktu Malam

The Bryggen Waktu Malam

 

Ada satu lagi lokasi yang harus kamu kunjungi. Menjelang tengah malam sebelum balik ke penginapan, paling pas adalah duduk-duduk di pusat kota. Nama lokasinya Torgallmenningen (susah nyebutinnya dengan aksen lokal), yang jelas ini semacam alun-alun kota. Di situ ada Sailor Monument. Monumen yang dibangun sebagai tanda kontribusi Norwegia dalam dunia maritim. Tingginya 7 meter dan terdiri dari 12 figur patung dan 4 buah relief. Monumen ini dibuat dari perunggu oleh Dyre Vaa (1903-1980) pada tahun 1950. Di sekitar monumen ini adalah taman kota dengan banyak sekali tempat duduk buat… ya duduk-duduk. Dan biasanya malam adalah waktu rame-ramenya anak muda Bergen nongkrong. Ada yang main Yoyo, ada yang nge-DJ dengan musik ngebeat, ada yang bagi-bagi kopi hangat gratis. Ya saya tongkrongin yang ada gratisannya lah.

 

Sailor Monumen

Well, sebenarnya tempat yang bisa dikunjungi masih sangat banyak dalam sehari saja. Tapi daripada postingan ini jadi norak dengan foto narsis, ya sudahlah biar segini aja.

Intinya sih, get your Bergen Card. Dengan itu aja bisa masuk ke lebih dari 10 museum dengan gratis, diskon untuk entertainment show macam cinema, orchestra, jazz dan concert, free outdoor activities di Arboretum at Milde dan Bergen Trotting Park, dan diskon di banyak tempat lain yang sumpah gak mungkin saya datangin dalam 1 hari saja.

Kalau hanya punya waktu sehari di Bergen, siapin duit sekitar 245 Krone. Dengan itu sudah bisa dapat trip ke Fløien Mountain, Trekking di hutan dan danau beku, naik cable car, jalan-jalan di Fish Market, mengunjungi beberapa museum, main di Bergen Aquarium, jalan-jalan ke benteng Bergenhuss, jalan-jalan di The Bryggen dan keliling-keliling kota dengan bus. Termasuk makan dan minum gratisan dari merchant kaget yang ngadain games-games seru dan sedikit souvenir buat oleh-oleh. Dead tired, but totally worth it.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.