Diving Traveling

Pengalaman Diving Dengan Ikan Terbesar di Dunia

whale shark gorontalo

Tau nggak ikan apa yang paling besar di dunia? Paus Biru? salah, karena Paus biru bukan ikan tapi mamalia. Meskipun paus dan ikan sama-sama hidup di laut, tapi Mamalia itu beda dengan ikan. Mamalia menyusui dan bernafas dengan paru-paru, sementara ikan bertelur dan bernafas dengan insang.

Terus kalau bukan Paus Biru (Blue Whale) apa dong ikan terbesar di dunia?

Menurut semua sumber literatur yang ada, ikan terbesar di dunia adalah Whale Shark atau Hiu Paus (Rhincodon typus). Ukuran terbesar yang pernah diukur adalah 17 meter dengan berat mencapai 37 ton. Kebayang gak ukurannya?

Nah, kerennya lagi Hiu Paus ini punya habitat di laut tropis, termasuk perairan Indonesia. Dulu waktu awal-awal belajar diving, menyelam bareng Hiu Paus jadi salah satu impian saya yang ngebayanginnya aja suka bikin ngeri-ngeri sedap. Ya coba aja bayangin menyelam bareng ikan raksasa yang hobinya nyedot air laut sambil mangap. Kalau dia keselek? Bisa ikut kesedot juga kita.

whale shark gorontalo

Perbandingan Ukuran Whale Shark dengan Manusia

Di Indonesia, untuk bisa menyelam bareng Whale Shark butuh effort yang besar dari sisi biaya, tenaga dan waktu. Salah satu lokasi paling populer adalah di Kwatisore, Nabire, Papua. Untuk bisa ke sana tentunya gak cukup naik ojek aja. Perjalanannya panjang dan melelahkan. Tapi mostly mereka yang sudah balik dari sana selalu pulang dengan puas dan bahagia. Tapi.. buat saya seorang ‘diver nista’, Whale Shark trip ke Kwatisore ini sungguh beyond the reach dan practically impossible. Dan saya sudah mengikhlaskan diri kalau gak bakal punya kesempatan ini.

Dasarnya rejeki anak soleh, ternyata di tahun 2015 kemarin muncul lah dive spot baru di Gorontalo yang katanya adalah tempat tinggal sekeluarga Whale Shark. Kebetulannya lagi di tahun itu lokasi kerja saya adalah Manado, which is jaraknya ke Gorontalo tinggal sepelemparan batu (yang dibungkus pake tiket pesawat). Konon lokasi itu sebenarnya sudah lama jadi perlintasan favorit Hiu Paus selama bertahun-tahun karena ada pabrik pengolahan udang. Limbah ampas udang inilah yang jadi makanan favorit para Whale Shark. Baru kemudian di tahun 2016 pemerintah daerah Bone Bolango secara resmi membuka kawasan pantai Botubarani sebagai destinasi wisata Whale Shark. Menurut informasi, tercatat ada 18 ekor Whale Shark yang berhasil didata, dengan ukuran bervariasi dari 4-13 meter.

Dengan gagah berani, meluncur lah saya ke Gorontalo demi mewujudkan impian katrok ini.

Perjalanan Manado-Gorontalo saya tempuh dengan jalur darat pakai van exslusivenya Nyiur Trans. Sengaja saya pilih perjalanan malam dengan van supaya bisa tidur nyaman dan tiba di Gorontalo sepagi mungkin. Saya gak mau menghabiskan waktu 9 jam perjalanan di siang hari duduk bosan memandangi jendela. Kalau perjalanannya malam, bosannya cuma sejam pertama saja. Setelahnya anda tahu yang terjadi.

Jam 4 subuh, tibalah saya di Gorontalo. Setelah dandan, dan konsultasi ke om-om di situ, ternyata jarak dari pool Nyiur Trans ke pantai Botubarani hanya 20 menit dengan Bentor. Pas banget! saya memang butuh armada dengan bagasi yang cukup untuk bawa perangkat lenong saya. Segambreng dive gear, hardcase kamera dan tentu saja tas pakaian. Bentor was just so.. perfect.

Naik Bentor Gorontalo

Bentor Yang Saya Tumpangi

Ternyata pantai Botubarani sepagi itu sudah ramai pengunjung. Mereka umumnya datang untuk snorkeling atau sekedar naik perahu sambil ngasi makan Hiu Paus. Di lokasi ini juga dibuat beberapa aturan interaksi dengan Whale Shark. Kecepatan kapal ketika mendekati kelompok Whale Shark harus disesuaikan, 10 knot jarak 1 mil dan 2 knot jarak 50 meter. Jumlah wisatawan yang menyelam dan snorkeling dibatasi dalam sekali turun enam orang dengan satu pemandu. Aturan lainnya adalah durasi berinteraksi maksimal 30 menit untuk setiap kapal. Pengunjung juga tidak diperkenankan menyentuh, mengambil foto dengan cahaya dan wajib mematuhi arahan pemandu. Ini menurut saya keren sekali.

Whale Shark Gorontalo

Aturan Berinteraksi Diberlakukan

Desa nelayan Botubarani awalnya sama seperti desa nelayan umumnya. Sepi dan kosong. Tapi sejak wisata Whale Shark ini resmi dibuka, pantai yang kosong berubah jadi pos masuk dan warung jajanan. Warga menyulap pekarangan rumahnya jadi lahan parkir dengan tarif Rp 2000-5000/kendaraan. Sedangkan untuk masuk, wisatawan dikenakan retribusi Rp 50.000/kepala termasuk sewa jukung. Ampas udang untuk memberi makan dijual terpisah. Warga juga menyediakan sewa snorkel dan masker dengan harga Rp 30.000/set.

Awalnya saya gak yakin bisa benar-benar ketemu dengan Whale Shark. Kalaupun ketemu, palingan hanya 1 ekor dan ukurannya kecil. Itupun mungkin lihatnya dari jauh. Saya gak terlalu berharap. Lagipula sambil diving toh saya masih bisa main dengan ikan lain yang lucu-lucu. Tapi dive operator saya berani menggaransi ketemu Whale Shark setidaknya 3 ekor. Para Whale Shark ini juga ternyata sudah punya nama masing-masing. Ada Sherly yang paling kecil dan Syahrini yang pake bulu mata badai. Lalu yang ukuran besar ada yang namanya Bima dan Hercules.

Entry di penyelaman ini adalah ‘shore entry’. Hanya sekitar 20 meter dari bibir pantai, kedalaman dasarnya sudah langsung sekitar 35 meter. Setelah melihat aba-aba dari guide, saya pun masuk ke birunya laut. JENG.. JENG!

Saya bahkan belum sempat atur posisi kamera ketika kawanan Hiu Paus ini benar-benar muncul di sekitar kami. Saya shock bukan main. Gak nyadar Tahlil dan Istighfar berkumandang. Kami tiba-tiba kayak liliput dikerubutin Godzilla. Seumur-umur saya baru kali itu hadap-hadapan sama ikan seukuran bus Trans Jakarta disusun tiga. Bukan cuma satu ikan, saya hitung setidaknya ada enam ekor hilir mudik naik turun dengan horornya. Jujur saja saat itu jantung saya berbedar lebih kencang dari biasanya.

I was like “THIS IS IT, I’M SO GONNA DIE HERE!”.

Whale Shark Gorontalo

Setelah beberapa menit berlalu dengan saya yang cuma terdiam sambil tahlilan di kedalaman 15 meter, akhirnya saya mulai memberanikan diri. Ikan-ikan raksasa ini ternyata sangat friendly dan anggun. Meskipun badannya bongsor, gerakannya gemulai dan sangat atraktif. Mereka kayaknya memang senang bermain dengan rombongan manusia nekat ini. Saya bahkan kena sundul satu ekor Whale Shark yang tiba-tiba muncul dari belakang. Sumpah, itu rasanya seperti diseruduk Hiu Paus (menurut ngana?).

“Halo Bima, akhirnya kita ketemu,” dalam hati saya menyapa Whale Shark 10 meteran yang baru saja melintas.

Whale Shark Gorontalo

Di permukaan air, perahu-perahu nelayan sibuk melayani pengunjung yang mau beinteraksi dengan Hiu Paus tapi tidak mau basah-basahan. Yang saya kurang setuju adalah para nelayan ini selalu memukul-mukul perahunya dari atas sambil memanggil-manggil nama para Whale Shark dengan harapan ikan-ikan ini akan merespon dan muncul ke permukaan. Memang, Whale Shark ini akhirnya muncul satu persatu menerima ampas udang yang ditabur. Tapi dari bawah air, suara ketukan-ketukan perahu ini sangat berisik dan mengganggu. Dan sebagai hewan liar, Hiu Paus ini mungkin saja tidak senang dengan kebisingan yang diciptakan dari suara ketukan-ketukan perahu. Setiap kali mereka menabur ampas udang, Whale Shark ini akan muncul ke permukaan sambil membuka mulut. Ini sungguh uji nyali buat para pengunjung. Gimana tidak, ukuran mulut Whale Shark ini saat mangap lebih besar dari perahunya. Kalo Whale Sharknya iseng gimana?

Whale Shark Gorontalo

Well, hari itu saya kembali ke hotel dengan perasaan takjub yang luar biasa, dan bersiap untuk penyelaman lagi besoknya. Sebagai oleh-oleh, saya sempat capture beberapa scene video trip ajaib ini. Ditonton yah..

5 Comments

  1. Hahahaha makkala dan takjub baca ini postingan. Inimi salah satu yg bikin parno untk belajar diving, klo ketemu hiu gimana coba? Padahal bagi diver sendiri malah jadi salah satu tujuan 😀

    • Iya kakak.. salah satu tujuan penyelam rekreasi itu kan ya buat rekreasi. Di antaranya ketemu dengan hewan2 keren macam whale shark ini. Tentunya dengan etika penyelaman yang benar.

  2. Widih.. Ngeri banget liatnya, gue nggak berani kalau begitu. Hehe

  3. keren kak bisa diving begitu 🙂

  4. Aiiihhh keren banget. Berarti punya diving license ya?
    Btw selama ini saya cuma liat hiu paus di natgeo wild, ternyata ada juga ya di indonesia ya?
    Sumpahhh keren bangettt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.