3 Responses to “Sindrom Penulis Putus Asa”

  1. indobrad says:

    justru di situ sebenarnya kekuatan blog; tidak ada tekanan untuk menghasilkan tulisan ‘sempurna’; semua terserah pada pemiliknya.

    selamat menulis kembali :D

  2. Ucha says:

    Iya. Betul. Tapi kadang formalitas tulisan menjadi penting ketika tulisan kita menjadi konsumsi umum.

  3. anita says:

    Permisi, cuman numpang mau ngeshare aja nih.
    ada info contest menulis artikel “Share and Feel OKI Printer Contest”.
    Hadiahnya lumayan nih buat teman” yang berminat, ada 2 buah printer OKI laser Jet (@Rp900.000) dan voucher belanja di anugrah pratama senilai Rp. 300.000. Info lengkapnya coba simak di http://www.anugrahpratama.com/shop/blog/77/

Leave a Reply