Blog

Streetballers Have no Identity

Bulan Ramadhan tahun ini saya bertekad tidak bolos tarawih. Tapi ternyata tekad saja tidak cukup, buktinya di hari yang kelima ini saja saya sudah bolos sekali. Kecapekan pulang kantor agak larut.

Jadi begini. Saya senang nonton acara streetball. Kebetulan di Indonesia ada yang mewadahi dengan even skala nasional. Pesertanya diseleksi dari tiap-tiap daerah perwakilan. Permainannya khas pebasket jalanan. Liar, cepat, atraktif dan menarik. Sempat juga saya nonton langsung waktu penyelenggaranya, LA Lights adakan acara streetball di sini. Tapi itu tidak cukup menarik perhatian saya. Yang menarik justru fakta bahwa hampir semua peserta streetball punya alias. Check this :

Vicky a.k.a Poison-V
Bayu a.k.a. Lunatic
Rico a.k.a. Spinboy
Tiko a.k.a Straight Basket
Ijal a.k.a Nightmare
Andika a.k.a Department of Defense
Bicek a.k.a Demolition
Roland a.k.a Anything U Need
You may find more here.

Wow.. No offence, yah. It really sounds cool. Hanya saja, kenapa juga mesti pakai alias. Meskipun memang pastinya bermaksud untuk menonjolkan kelebihan, misalnya “departemen of defence” atau “demolition” yang tanpa perlu dicerna lebih banyak bisa menjelaskan kemampuan pemain ini, tapi di sisi lain justru menghilangkan jati diri mereka which is ‘their name’. Entahlah bagi kalian, tapi bagi saya ini konyol aja.

Penggunaan alias di streetball juga cuma berlaku di streetball. Lalu bagaimana seandainya ada pemain streetball yang juga main sepakbola, dan tennis, dan renang, dan karate, dan balap motor, dan catur. Kalau itu saya, mungkin alias saya akan seperti ini :

Ucha a.k.a. Speed a.k.a. Funtastic a.k.a. Straight a.k.a. Torpedo a.k.a. Hard a.k.a. The Proffessor a.k.a. Checkmate.

Saya harus menghafal penempatan alias ini supaya gak tertukar dan menghindari munculnya pertanyaan seperti :

“Liat gak, yang juara MotoGP semalam? gila banget main di tikungannya.”
“Siapa?”
“The Professor..”
“Yang mana? Bukannya yang menang semalam si Checkmate?”

Lupakan alias, karena alias bukan identitas anda sebenarnya.

11 Comments

  1. setuju banget sama kamu, wong kita punya nama, kenapa ga pake nama kita sendiri sih??
    Duh Cha, kamu orang ke sekian yang salah baca di postingku, aku tanya ttg mengorok, bukan merokok hehehehe

  2. kan masih bisa teraweh sendiri cha di rumah 🙂

  3. yah jgn kecapekan…
    n
    bout the a.k.a
    tak apah… seru..

    lala a.k.a mz.clumsy a.k.a lepong a.k.a birub a.k.a lacheu..
    halah…
    lam kenal..

  4. waduh Cha…punyamu kok banyak? Ucha aja deh lebih keren tuwh :p huekeke… btw met wiken ya, bro. Soal ngobrol saat Tarawih itu maksudna antara sholat Tarawih sesudah salam :p karena cepet jade nggak ada tuwh ngobrol2an kayak dulu… baru salam, blom apa2 udah mesti bangun lagi 😀 huekeke

  5. kbanyakan alias juga bikin orang bingung ngenali. hehe

  6. ya kan mereka cuman menggeluti satu bidang
    biasanya jarang kan atlet yang jago dan menggeluti banyak olahraga 😛

    btw
    salam kenal *lagi*
    udah lama banget gag maen ke blog lo
    dari taun 2003-2004

    maklum dulu gratisan 😀

  7. uchaaaaaa met puasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    emang belum nikah yah 😀
    hayahh apalah arti sebuah nickname hahaihaihaihiah

  8. matur nuwun tips utk ngoroknya yah 😀

  9. wakaka…. aliasnya banyak benerrrr

  10. aiyy qwanddhh…
    snangk mLihat poster qmuw dan qwandh2 mnghiasi kmar quww…

    hhaaa…

    wish u all the best,,

    guw cewe,15 taUn,SMA,aGi giat2’y bLajar basket…
    hooo…
    boLeh nEe diajaRi kPan2…

    hehehe…
    mimpi…

    add me

    friendster

    walk_alone@thisworl.com

  11. UCHA nama asli atau A.K.A. ya??
    he2 cuma pengen nanya itu aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.