Dahulu kala, ketika Perang Dunia belum terjadi dan Bumi masih diliputi kedamaian, kamera adalah barang yang langka. Yang punya pun hanya kalangan terbatas. Kalau bukan wartawan, ya fotografer profesional. Mungkin selain karena ukurannya yang besar, harganya juga masih mahal. Bahkan konon kamera terbesar ukurannya seperti bajay disusun tiga. Dioperasikan oleh manusia sekampung. Ada yang bertugas khusus untuk megangin lensanya, ada yang mencetin shutternya dan ada tim koreografernya. Ribet yah. Beda sama sekarang. Kamera sudah banyak berceceran di mana-mana karena sudah menyatu dengan ponsel. Hampir semua orang punya ponsel yang ada kameranya. Dan karena saking banyaknya, kamera perlahan-lahan mulai kehilangan identitasnya. Kalau bukan untuk bikin fotoRead More →