Family

Anda Juga Punya Tahun Pertama

Sebagai keluarga baru apalagi setelah dikaruniai anak, antusiasme memperhatikan detil demi detil perkembangan anak adalah hal yang wajar. Begitupula yang terjadi pada saya dan Ummi setelah hadirnya anggota ketiga keluarga kami, Shofiyyah.

Shofi punya kedekatan yang misterius dengan bedong-bedongnya. Dulu bedong-bedong ini cukup menutup seluruh badan Shofi dari kepala sampai kaki. Dan begitu dibedong, maka Shofi akan tertidur dengan pulas. Bulan demi bulan berlalu, Shofi tetap membutuhkan bedong meskipun tidak diselimutkan lagi. Shofi hanya perlu menggumpalkannya, menggenggamnya dan memeluknya setiap kali mau tidur. Shofi seakan bisa mengindera aromanya, rasa nyamannya atau apapun itu bahkan saat tidur. Saya lalu membayangkan Shofi setelah besar menjadi onwer sebuah perumahan bernama Bedong Residence dan menginstruksikan semua pemilik rumah untuk mengganti gorden rumahnya dengan bedong. Fatal.

Saat usianya memasuki 7 bulan, Shofiyyah sudah punya satu gigi bawah mungil yang lucu. Membuat senyumnya semakin manis dan menggemaskan terlebih saat mengenakan jilbabnya. Saat Shofi menggigit-gigitkan gusinya yang baru ditumbuhi satu gigi ini ke tangan atau ke bahu rasanya geli dan basah. Namun hanya sebulan setelahnya kondisi ini berubah menjadi ancaman serius. Semakin serius dengan munculnya total 6 buah gigi masing-masing 4 di atas dan 2 di bawah. Dan ini tampaknya benar-benar dimanfaatkan dengan jenius oleh Shofi untuk mengambil alih kekuasaan di rumah yang memang hanya dihuni oleh kami bertiga. Seperti saat Shofi menolak meminjamkan bantal kesayanganya untuk saya jadikan sandaran kepala waktu baca buku.

“A na na na na. Aaa naa aa.. A aa nana buuuwaa.”

“Pinjam bentar.. Abi lagi baca.”

Shofi merangkak mendekat. Matanya memandang lekat ke mata saya lalu mulutnya membuka. Menunjukkan gigi-giginya.

“Iya iya.. ambil deh.”

Dan begitulah. Shofi sangat menikmati hadirnya gigi-gigi kecilnya. Yang tadinya hanya bisa pasrah dengan menu bubur sekarang sudah bisa menginvasi momen makan malam dan berebut tahu tempe dengan umminya. Tampaknya gigi-gigi ini membuat gusi Shofi gatal pengin terus menggigit sesuatu. Kaki lemari, tempat tidur, baskom, sisir, semuanya dikunyah. Bahkan si Ummi harus merelakan telepon genggamnya masuk servis karena beberapa komponen elektroniknya rusak terkena air liur Shofi setiap kali Shofi berhasil merebutnya dari tangan Ummi.

Lalu momen paling ditunggu pun akhirnya tiba. Momen Shofi melangkahkan langkah pertamanya sendiri. Sebenarnya Shofi sudah bisa berjalan sejak 8 bulan. Tapi masih harus berpegangan pada sesuatu atau dipapah. Resminya, Shofi kecil sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan saat berusia sebelas bulan dan dua hari. Dan karena Shofi adalah anak pertama kami, maka langkah kecil Shofi menjadi langkah besar dalam keluarga kami. Momen Shofi bisa berjalan ini kemudian menimbulkan simbiosis antara Shofi dan Umminya. Tidak perlu lagi menyibukkan Shofi dengan mainan saat umminya mau nyapu, masak atau ngambil jemuran karena Shofi akan setia membuntuti dari belakang kemana saja ummi melangkah. Persis seperti ikan Remora yang nempel pada ikan Hiu. Bedanya ikan Remora mengambil manfaat dari Hiu melalui simbiosis Komensalisme (Remora mendapat keuntungan tapi Hiu tidak dirugikan dan tidak diuntungkan) sedangkan Shofi dan Ummi lebih bersimbiosis kompetisi (Shofi dan Ummi saling merugikan. Biasanya terjadi saat perebutan makanan dan sapu ijuk).

Beberapa hari lagi dengan Izin Allah Shofiyyah akan melewati tahun pertama seperti yang juga pernah Anda lewati.

10 Comments

  1. wah seharusnya kasih foto dung, biar kelihatan lucunya .tapi MANTAP DEH !
    Salam Kenal 😀

  2. Saya dulu juga memperhatikan perkembangan anak2 saya (sampai sekarang malah) terutama jika ada perubahan tingkah laku. Dan itu wajar sebagai orang tua. Yang paling ditunggu memang moment-moment pada saat ia mulai berjalan dan mulai berbicara. Bahkan dulu anak saya pertama waktu sudah bisa ngomong, dia baru bisa melafalkan huruf ‘r’ dengan jelas waktu dia berumur 6 tahun! Sebelumnya kalau mengucapkan huruf ‘r’ biasanya ‘l’ atau ‘ng’, wah momen pertama kali dia mengucapkan huruf ‘r’ dengan tepat benar2 kita tunggu waktu itu… hehehe…

  3. Repot pertamanya selanjutnya gampang kok

  4. Kerepotan seperti ini juga pernah saya alami

  5. jadi teringat ponakan-ponakan saya… 😀

  6. Selamat ulang tahun buat buah hati.
    Semoga selalu menjadi matahari di dalam keluarga 🙂

  7. senang ya Cha bisa ikut merekam kejadian2 pertama sama buah hati
    daku masih menunggu saat2 spt itu

  8. Ulang tahun pertama anak rasanya luar biasa ya. Karena merasa akhirnya si anak berhasil mencapai setahun usianya….

    Selamat ultah untuk si kecil ya.

  9. enak ya punya anak, sampai dirumah seketika cape tamat melihat si kecil lagi tidur pulas dengan wajah lucunya tanpa dosa

  10. yes..
    hal2 seperti itu bikin hidup lebih berwarna ..

    ah .. sekarang saya jadi kangen sama si kecil yg beda kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.