11 Responses to “Teman Makan Malam yang Istimewa”

  1. hiks…ceritanya mengharukan :(
    jadi ingat kata bijak :

    manusia kaya dari apa yg dia miliki, tapi manusia bahagia dari apa yang dia bagi..

  2. Mudzakkir says:

    Iye daeng. Begitulah realita kota Makassar.
    Banyak pelajaran yang bisa diambil dari hal yang dianggap sepele.

  3. Mama Rani says:

    Saya juga baru pulang makan coto malam ini eh dini hari ini maksudnya. Tapi bukan coto di pettarani, saya di coto gagak *kok jadi cerita coto*

    Ah iya, jadi ingat beberapa bulan yang lalu. Tempatnya di coto paraikatte pettarani, saya dan Papa Rani sedang menunggu coto yang kami pesan, tiba2 kami dihampiri 2 orang anak yg menawarkan buku2 bacaan u/ dijual. Kami tidak membeli satupun dagangan anak itu. Tapi Papa Rani memesankan 2 porsi coto untuk mereka. Dibungkus saja.. kata anak2 itu.. Mereka bilang mau dibawakan ke ibunya di rumah. Akhirnya setelah memberikan bungkusan coto, anak2 itu mengucapkan terima kasih dan beranjak pergi.

    Walau hanya dengan 2 porsi coto rasanya senang sekali bisa membuat mereka tersenyum :’)

  4. Mengharukan si ibu itu, mungkin ngak ada pilihan baginya. Dan apa yang kakak bagi itu adalah kebahagian tersediri, sedari tadi mungkin ibu ini membayangkan bagaimana nikmat coto makassar itu, dan Alhamdullilah ada kakak yg peka membaca situasi.

    Betul kata Kakanda Daeng Ipul “manusia kaya dari apa yg dia miliki, tapi manusia bahagia dari apa yang dia bagi..”, betapa indahnya berbagi. semoga ibu itu merasakan damai dan bahagia kelak, dan kakak juga tentunya, amin.

  5. Saya sering mengalami dilema ketika menjumpai ibu-ibu/anak-anak pengemis di jalanan. Memberi atau tidak. Memberi berarti melanggengkan mereka di jalanan. Tidak memberi jadi terbayang bagaimana jika ibu atau adik saya yg ada dlm posisi mereka.
    Terima kasih tuk tulisan menggugah ini, kini saya tahu harus bagaimana jika dihadapkan dlm situasi seperti di atas.

  6. mamie says:

    terimakasih telah mengingatkan untuk peduli :)

  7. Ucha says:

    ironis memang dengan masih banyaknya pengemis jalanan. Tapi bagaimanapun, mereka pada dasarnya tidak mau seperti itu.

  8. aya says:

    Hmmm…Inspiratif mas. Kadang yang tak seberapa buat kita jadi luarbiasa buat orang lain :)

  9. alatmesin says:

    disaat kita mampu untuk berbagi maka berbagilah InsyaAllah Allah akan meringankan beban hidup kita, seperti kita meringankan beban hidup hamba-Nya

  10. ekoikhyar says:

    betul-betul istimewa, terkadang memang banyak sekali hal-hal yang terlintas di benak kita pada saat kita hendak memberi. sangat memberi pelajaran buat saya.

  11. Yuni says:

    Semoga Allah selalu melindungi, memberi rizki yang baik & memberikan kekuatan bagi semua wanita yang berjuang untuk bertahan hidup di luar sana dengan tetap menjaga anak2 mereka tanpa bantuan siapa pun. Dengan tidak berfikiran buruk bahwa mereka adalah sindikat organisasi pengemis dll seperti yang marak diberitakan… kenyataannya banyak sekali kaum wanita yang dihadapkan pada pilihan seperti itu, tidak punya pilihan selain mengemis ATAU dipaksa (dgn kekerasan) untuk mengemis… SUBHANALLAH

Leave a Reply