Blog Traveling

Tentang Budaya Tidur Siang di China

Tidur Siang

Jadi di kantor saya sekarang lagi rame dengan orang-orang China yang datang untuk mengerjakan proyek Dewa (yes, you hear what I say). Nah, orang-orang China ini, mereka tidak pernah meninggalkan tidur siang di jam istirahat kantor. Begitu masuk waktu istirahat, mereka akan segera makan siang dan kembali ke meja masing-masing untuk tidur. Iya tidur begitu saja, sandar di kursi atau rebah di atas kedua lengannya di meja. Ketika orang-orang sudah kembali dari istirahat, mereka pun bangun.

Tidur Siang

Teman-teman kantor banyak yang merasa risih dengan kelakuan mereka. Masa iya di kantor tidur. Itu juga tidurnya kadang sampe mendengkur. Belum lagi mereka sangat terekspos karena tidurnya di meja kerja, di antara orang yang lalu-lalang ke kubikal masing-masing. Maka demi menghindari orang-orang China ini diamuk karyawan lain, Saya yang memang pro tidur siang, akhirnya inisiatif menjelaskan ke teman-teman kalau tidur siang ini sebenarnya salah satu budaya China. Kita mengenalnya sebagai ‘power nap’.

Setelah saya menjelaskan panjang lebar, saya kemudian berusaha menghasut seisi kantor untuk mau rame-rame mengusulkan ke manajemen agar jam istirahat kita bisa diperpanjang dan tidur siang dilegalkan.

Tapi gagal.

Back in 2012, saya dan beberapa teman menuntut ilmu ke China. Ini sebenarnya aib karena bukannya belajar, saya malah suka sibuk menghafal rute subway Shenzhen yang terdiri dari 5 lines. Saya suka menghafal wajah Koh-Koh penjual barang elektronik di beberapa toko, mana yang jujur dan mana yang suka nipu (sumpah yah, Koh-Koh ini rasanya bisa saya jumpai di mana saja di berbagai penjuru mata angin). Dan saya sampe hafal bagaimana caranya mengakses barang-barang pasar gelap grosiran termasuk trik pengirimannya ke Indonesia untuk dijual lagi. Hahaha, aji mumpung.

Di hari-hari belajar, waktu istirahat kami adalah pukul 11:30 sampai pukul 14:00. Waktu yang sebenarnya sangat cukup untuk kabur dari kelas dan pergi berburu handphone replika. Ketika waktu istirahat tiba, ruang kelas akan ditutup. Lampu-lampu seisi gedung dimatikan. Semua orang diwajibkan kembali ke kamar masing-masing di asrama.

Awalnya saya tidak ngeh kalau waktu istirahat yang panjang itu adalah karena orang-orang memang disuruh tidur siang. Sampai akhirnya di suatu hari yang cerah, ketika saya lagi nyuci baju, saya ketemu dengan sesama penghuni asrama yang adalah orang China lokal dan juga pengin nyuci baju (mesin cuci memang cuma ada 1 di tiap asrama, yang lokasinya di lantai teratas dan biasanya jadi tempat ketemu-ketemuan). Sambil ngobrol-ngobrol menyombongkan negara masing-masing (meskipun obviously saya banyak kalahnya) dia nanya kenapa orang-orang Indonesia tidak tidur siang ketika jam istirahat. Lalu menyamakan kelakuan kami dengan beberapa orang Zimbabwe di asrama ini yang juga suka kelayapan. Rupanya kelakuan kami yang suka kelayapan di jam istirahat menjadi perhatian seisi asrama.

Komplain saya pertama, kenapa harus Zimbabwe? setelah itu baru saya tanya kenapa harus tidur siang kalau bisa buat kelayapan.

Lalu mulailah dia menjelaskan tentang Wu Jiao, kebiasaan tidur siang masyarakat China beberapa saat setelah makan siang. Kebiasaan ini justru lebih banyak dipraktekkan oleh kaum terpelajar China karena memang diajarkan ke siswa tingkat pendidikan dasar sampai akhirnya menjadi kebiasaan. Dengan tidur siang, katanya, mereka akan tetap perform prima sampai sore. Dan kalau ternyata pekerjaan tidak bisa selesai sebelum waktunya, mereka masih tetap fit sampai malam di saat orang lain sudah mulai saturasi. Makes sense to me.

Wu Jiao

adalah aktifitas tidur di tengah hari oleh masyarakat China sebagai usaha memaksimalkan daya tangkap otak. Durasinya lebih pendek dari tidur normal (umumnya di bawah 30 menit) dan tidak sampai pada tahap deep sleep.

Saya cengengesan saja sok cool, padahal sebenarnya amazed. Mereka sampai memperhatikan hal sepele seperti tidur siang demi agar mereka tetap produktif selepas tengah hari.

Well, belakangan saya menemukan fakta bahwa ternyata tidur siang ini juga sangat dianjurkan di dalam Islam. Aktifitas power nap ini dikenal sebagai Qailulah atau tidur sejenak di siang hari. Bisa sebelum Sholat Dhuhur, atau setelahnya. Hasilnya adalah tubuh yang segar dan produktif ketika bangun. Lalu di daerah spanyol, ini dikenal sebagai Siesta, juga adalah aktifitas power nap di siang hari. Di daerah Sisilia, ini dikenal sebagai riposo. 

Sayangnya di Indonesia rasanya belum ada perusahaan yang menerapkan kebijakan untuk tidur siang. Alhasil, karyawan kantoran yang memang tidak terbiasa melihat orang yang tidur di kantor pasti bakal merasa aneh dan risih sendiri. Seringnya malah dikomentarin macam-macam. Dibilang tukang tidur lah, gak produktif lah, pemalas lah. Tapi kan performance kerja seseorang gak melulu dilihat dari apa dia sering tidur siang atau nggak. Balik lagi ke hasil kerjanya, lebih produktif atau tidak.

Di Indonesia, ada beberapa daerah yang masyarakatnya masih melestarikan budaya tidur siang ini. Misalnya di Gorontalo dan Lombok. Coba deh jalan-jalan ke sana. Ketika selepas tengah hari kota rasanya sepi kayak kota mati. Mau nyari makan aja biasanya ke warung itu-lagi-itu-lagi. Toko-toko mostly pada tutup karena pemiliknya istirahat tidur siang. Aktifitas baru kembali normal menjelang waktu sholat Ashar.

Saya sendiri, menilik manfaat dan tujuannya, sudah sering mempraktikkan power nap ini meskipun tidak sepenuhnya terlelap. Advice for a starter, carilah ruangan yang minim cahaya dan suara karena kedua faktor ini membantu untuk terlelap lebih cepat. Nah ini biasanya di Musholla selepas sholat Dhuhur. Ketika melakukan power nap, rileks sampai tertidur, tapi segera bangun tepat sebelum masuk ke fase deep sleep. Nah, susah jelasinnya. Kalau sudah terbiasa pasti ngerti deh.

Awalnya saya bisa bablas sampai lebih dari 30 menit kalau gak ada yang bangunin. Itu karena saya udah masuk ke deep-sleep, which is beneran tidur lelap dan nyeyak. Tapi karena sudah sering, saya sekarang malah bisa otomatis terbangun setelah 10 menit, bahkan sebelum jam istirahat berakhir.

So, akhirnya teman-teman kantor mengerti apa itu power nap, dan orang-orang China ini selamat dari amukan massa.

You too, should really have to try this. Seriously.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.